Key Discussion: Petaka Baru dari Amerika, Bank di Seluruh Dunia Bisa Tumbang
Petaka Baru dari Amerika, Bank di Seluruh Dunia Bisa Tumbang
CEO Barclays Peringatkan Ancaman Baru dari AI Mythos
Sumber ancaman baru terhadap sistem perbankan global muncul dari benua Amerika. Model kecerdasan buatan (AI) bernama Mythos disebut mampu mengungkap celah keamanan yang belum pernah terdeteksi sebelumnya, berpotensi digunakan untuk menyerang sistem perbankan secara masif. C. S. Venkatakrishnan, CEO Barclays, mengingatkan bahwa model AI Anthropic ini menjadi ancaman serius yang bisa mengguncang kestabilan lembaga keuangan.
“Untuk Mythos, ini masalah serius,” ujar Venkatakrishnan di sela-sela pertemuan IMF, dikutip dari Reuters, Senin (20/4/2026).
Kemampuan Mythos dalam menulis kode tingkat tinggi memungkinkan AI ini mengidentifikasi kerentanan yang bisa dieksploitasi. Venkatakrishnan menekankan bahwa teknologi ini berisiko digunakan untuk merusak sistem perbankan, khususnya yang masih bergantung pada infrastruktur teknologi lama. Jika celah tersebut dimanfaatkan secara luas, risiko terganggunya stabilitas sektor keuangan global meningkat drastis.
Regulator Mulai Tinjau Risiko Keamanan
Peringatan dari Venkatakrishnan langsung memicu respons dari otoritas pengawas. Beberapa lembaga keuangan dan badan pengawas kini sedang mengevaluasi model Mythos untuk mengukur ancaman keamanan siber yang mungkin muncul. Model ini disebut sudah membunyikan alarm di kalangan regulator karena potensi dampaknya terhadap sistem perbankan yang saling terhubung.
Kemungkinan Peningkatan Ancaman
Venkatakrishnan juga memperkirakan versi lebih lanjut dari Mythos, seperti Mythos 2 dan Mythos 3, akan segera hadir dengan kemampuan yang lebih canggih. “Namun, akan ada Mythos 2 dan Mythos 3, dan kemunculannya kemungkinan akan terjadi dengan frekuensi yang mengkhawatirkan,” lanjutnya.
Tantangan Bagi Institusi Lama
Lonjakan teknologi seperti ini mempercepat persaingan dalam keamanan siber, memaksa bank berinovasi untuk menangkal ancaman. Tantangan tersebut dinilai lebih berat bagi lembaga besar yang masih menggunakan sistem lama. “Kita harus memahami kemampuannya dan kita harus memahami bagaimana melindungi diri darinya,” tambahnya.