New Policy: Anggota DPR minta pemerintah pulangkan 13 ABK dievakuasi dari Iran

Anggota DPR Minta Pemerintah Pulangkan 13 ABK Dievakuasi dari Iran

Dari Jakarta, anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal mengungkapkan kebutuhan pemerintah untuk segera memulangkan 13 anak buah kapal (ABK) yang kini tertinggal di Baku, Azerbaijan setelah dievakuasi dari Iran karena konflik Timur Tengah. Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus mengambil langkah cepat dan tegas guna mengembalikan para ABK ke tanah air.

“Kita tidak boleh biarkan warga negara kita terpaku di luar negeri tanpa jaminan. Negara wajib segera bertindak dan memberikan perlindungan penuh,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Meski telah berada di luar zona konflik, para ABK masih menghadapi tantangan baru seperti ketidakjelasan hukum, keterbatasan bantuan logistik, serta keterlambatan dalam proses kepulangan ke Indonesia. Deng Ical menekankan bahwa repatriasi tidak boleh terkendala oleh proses administratif yang menghabiskan waktu lama. Ia mempertahankan bahwa keamanan dan kesejahteraan warga negara harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Legislator yang membidangi urusan luar negeri berharap Kemenlu bersama Dubes LBBP RI di Azerbaijan, Berlian Helmy, serta lembaga terkait bisa mempercepat koordinasi dengan pihak setempat. Ia juga menyarankan agar Kemlu menggandeng negara-negara strategis, khususnya Turki, dalam mencari solusi repatriasi. Deng Ical menambahkan permintaan kepada Panglima TNI untuk mengarahkan atase pertahanan terdekat menyusun rencana darurat.

“Jangan sampai ada warga negara kita yang terlantar karena respons pemerintah terlambat. Ini adalah soal tanggung jawab negara,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Deng Ical menyebutkan bahwa pemerintah harus menanggung seluruh biaya pemulangan para ABK, mengingat kondisi darurat yang mereka alami saat ini. “Mereka sudah keluar dari wilayah konflik, tapi masalah masih berlanjut. Masyarakat harus kembali ke Indonesia dengan aman dan tanpa beban tambahan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *