What Happened During: Peserta reli internasional Camel Trophy jelajahi Kalimantan
Peserta Reli Internasional Camel Trophy Jelajahi Kalimantan
Mulai dari Kota Balikpapan, Perjalanan Menantang Dimulai
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi titik awal perjalanan touring adventure off-road yang mengusung tema tapak tilas Camel Trophy Kalimantan 1996. Acara ini diikuti oleh 48 mobil, dengan peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan beberapa negara asing. Sebelum memulai perjalanan, rombongan berkumpul di Kota Balikpapan untuk mengikuti seremoni singkat, lalu melanjutkan perjalanan menuju Kilometer 53 Sotek, Penajam Paser Utara.
“Selamat datang, selamat menikmati camp area di tepi Sungai Toyu,” ujar Greefion Kamil, pemimpin perjalanan, kepada para peserta di wilayah Kilometer 35 Kelurahan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa.
Kalimantan Tribute dirancang sebagai kombinasi antara petualangan off-road dan rekonstruksi sejarah ekspedisi Camel Trophy 1996. Rute ini dikenal sebagai salah satu jalur ikonik Asia, menjadi ruang bagi komunitas otomotif untuk mengenang, belajar, dan merasakan kembali atmosfer tantangan masa lalu. Panitia menekankan pentingnya mengatur waktu dan logistik agar seluruh peserta dapat menyelesaikan jalur sesuai jadwal sambil menjaga aspek keselamatan serta kelestarian lingkungan.
Sejumlah peserta tiba secara bergelombang karena menyeberang Teluk Balikpapan via feri Balikpapan-Penajam dalam beberapa kali pengangkutan. Rombongan terakhir mendarat di Kabupaten Penajam Paser Utara pukul 22.30 Wita setelah berangkat pukul 19.30 Wita. “Salah satu dermaga di Pelabuhan Penajam sedang dalam perbaikan, sehingga antrean bongkar-muat kapal memakan waktu lebih lama,” tutur Zainul, anak buah kapal feri.
Camp Sotek-Sungai Toyu menjadi tempat istirahat pertama dalam perjalanan beberapa hari ke depan. Lokasi ini dipilih karena aksesnya mewakili karakter awal rute Camel Trophy 1996. Di sana, para peserta menghabiskan dua hari untuk menjalani pemeriksaan kendaraan (scrutineering) dan mengikuti etape khusus. “Peserta dikenalkan rintangan yang akan banyak ditemui sepanjang perjalanan,” kata Insuhendang, salah satu scout tracker.
Panitia juga menyediakan orientasi rute, pembagian tugas tim, serta pengarahan mengenai keselamatan. Etape berikutnya akan menguji kemampuan peserta dengan medan lebih teknis, bervariasi, dan menantang dibandingkan segmen awal. “It is a dream come true,” ungkap Bernard dari Marseille, Prancis, yang merupakan pemilik dealer Landrover. Kendaraan mobil resmi Camel Trophy, seperti Landrover dan Rangerover, akan bergerak kembali setelah sesi orientasi selesai, dengan tujuan berikutnya menuju arah barat.
Perjalanan dari Kota Balikpapan dilakukan dalam formasi konvoi longgar, melewati jalur kombinasi aspal mulus di Kabupaten Penajam Paser Utara—yang disebut sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN)—dan tanah keras hutan tanaman industri. Jalur ini mulai menunjukkan kontur khas pedalaman Kalimantan, dengan peserta siap menghadapi tantangan baru yang menunggu di depan.