Parekraf Jakbar perkuat digitalisasi dan kemandirian pelaku usaha

Parekraf Jakbar perkuat digitalisasi dan kemandirian pelaku usaha

Penguatan Digitalisasi dan Kemandirian Usaha

Jakarta – Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat sedang meningkatkan kemampuan digitalisasi serta kemandirian ekonomi pelaku usaha melalui pelatihan teknis di kota ini, Selasa. Menurut Sherly Yuliana, kepala Sudin Parekraf Jakbar, sebanyak 150 pelaku ekonomi kreatif, termasuk para Jakpreneur pemula dari berbagai bidang, mengikuti acara tersebut.

“Para Jakpreneur ini sudah memiliki bisnis, tetapi masih berbentuk usaha rumahan yang perlu ditingkatkan promosi melalui platform digital,” tutur Sherly.

Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan panduan dan metode untuk meningkatkan eksposur produk mereka. “Narasumbernya memberikan petunjuk yang bagus, sehingga mereka bisa lebih dikenal melalui media digital,” imbuh Sherly.

Strategi Pemasaran Digital

Kepala Seksi Ekonomi Kreatif Sudin Parekraf Jakbar, Dwi Lestari, menambahkan bahwa penguatan digitalisasi dilakukan dengan cara mengajarkan strategi pemasaran di berbagai pasar daring. “Peserta kebanyakan ibu-ibu yang baru sebatas membuka pesanan awal (PO), belum mengakses promo atau penjualan melalui marketplace atau media sosial,” jelas Dwi.

“Kita juga membahas tentang pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk memperkuat legalitas usaha,” ujarnya.

Terlebih lagi, pelatihan mencakup penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang memudahkan transaksi. Dwi menegaskan bahwa Sudin Parekraf Jakbar membentuk grup pendampingan untuk memantau perkembangan peserta setelah pelatihan. “Di setiap grup ada petugas yang menemani pelaku usaha. Mereka akan secara berkala diberi tugas untuk memperbarui data usaha, termasuk link media sosial dan marketplace,” kata Dwi.

Dengan sistem ini, para pelaku usaha bisa diberi dukungan untuk mengembangkan usaha mereka, serta peluang untuk terlibat dalam program lebih lanjut di tingkat provinsi jika produknya terpilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *