Latest Program: China kecam tindakan AS menyita kapal kargo Iran
China Kecam Langkah AS yang Menangkap Kapal Kargo Iran
Beijing, Kementerian Luar Negeri China menyampaikan kecaman terhadap tindakan Amerika Serikat (AS) yang menangkap kapal kargo Iran di dekat Selat Hormuz. Tindakan ini dianggap berpotensi memperburuk ketegangan di wilayah Timur Tengah. Dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/4), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz saat ini sangat rentan dan kompleks.
“Kami menyayangkan tindakan penyergapan yang dilakukan AS tanpa pemberitahuan terhadap kapal tersebut,” ujar Guo Jiakun.
Menurut Guo Jiakun, semua pihak harus bertanggung jawab dalam menjaga kesepakatan gencatan senjata serta menghindari langkah yang memicu ketegangan. “Kami berharap kondisi untuk pemulihan kelancaran lalu lintas pelayaran dapat tercapai,” tambahnya.
Presiden AS Donald Trump, Minggu (19/4), menyebut Iran bertindak sewenang-wenang dengan menangkap kapal kargo Touska di Teluk Oman. Ia menegaskan bahwa AS menghentikan operasi navigasi kapal tersebut dan menempatkan pasukan komando untuk mengendalikannya.
“Banyak bom akan mulai meledak jika gencatan senjata berakhir,” kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4).
Kementerian Luar Negeri Iran, melalui Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pihak Iran tidak berniat melanjutkan perundingan dengan AS. “Republik Islam Iran tidak menerima batas waktu atau ultimatum dalam menegakkan kepentingan nasionalnya,” ungkap Baqaei.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik langkah AS yang menargetkan pelabuhan, wilayah pesisir, dan kapal Iran. Ia menilai tuntutan Washington terkesan bertentangan dan tidak masuk akal.
Sejarah Konflik dan Pemulihan Perdamaian
Di 28 Februari, AS dan Israel melakukan serangan bersama ke Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu hingga 22 April 2026. Namun, negosiasi pertama di Islamabad, Pakistan, pada 12 April gagal. Akibatnya, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan Iran, memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.
Langkah tersebut menyebabkan penutupan seluruh akses maritim ke pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang berperan dalam menyuplai sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak, dan LNG global.