Meeting Results: Hadapi krisis energi, Belanda kucurkan bantuan Rp20 triliun
Hadapi Krisis Energi, Belanda Kirim Bantuan Rp20 Triliun
Pemerintah Belanda mengumumkan dana bantuan sekitar 1 miliar euro (Rp20,2 triliun) untuk mengatasi dampak kenaikan biaya energi yang terjadi akibat konflik di Timur Tengah. Paket ini bertujuan meredam tekanan harga pada rumah tangga dan usaha.
Dalam kebijakan tersebut, tunjangan perjalanan bebas pajak bagi karyawan akan ditingkatkan dari 0,02 euro menjadi 0,25 euro per kilometer. Keputusan ini akan berlaku sepanjang tahun, menurut laporan NOS.
Selain itu, pajak kendaraan bermotor untuk van dengan pelat abu-abu, yang umum digunakan oleh usaha kecil, akan dipotong separuh hingga akhir tahun. Pajak truk juga turun menjadi nol selama periode yang sama.
Pemerintah mengalokasikan 195 juta euro untuk Dana Darurat Energi, sementara 180 juta euro dialihkan ke dana pemanasan nasional. Dana terakhir memberikan pinjaman untuk isolasi rumah dan efisiensi energi.
Para pejabat memperkirakan penurunan harga bahan bakar sebesar 0,10 euro per liter akan membebani negara sekitar 1 miliar euro.
Untuk menutupi biaya kebijakan, cukai alkohol akan dinaikkan sesuai inflasi tahun depan. Meski ada tekanan dari parlemen, pemerintah memutuskan tidak mengubah harga bahan bakar di SPBU, karena dinilai kurang berdampak.
Kebijakan ini akan dibahas oleh parlemen pada Rabu (22/4). Mayoritas anggota diperkirakan mendukung rencana tersebut. Sementara itu, pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu sejak AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
Dana langsung lebih dari 600 juta euro dan pengurangan pajak sebesar 300 juta euro menjadi bagian dari paket bantuan ini. Peningkatan anggaran ini diperkirakan setara dengan penghematan sekitar 0,30 euro per liter bahan bakar.