Main Agenda: Pakistan desak AS-Iran perpanjang gencatan senjata
Pakistan Desak AS dan Iran Perpanjang Gencatan Senjata
Dalam pertemuan di Islamabad dengan perwakilan AS, Natalie Baker, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menekankan perlunya perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara setelah masa 14 hari, yang akan berakhir Rabu (22/4). Pernyataan tersebut disampaikan Dar pada Selasa, seperti yang diberitakan oleh Kementerian Luar Negeri Iran.
Dar menegaskan bahwa Pakistan tetap berkomitmen pada pendekatan dialog dan diplomasi sebagai solusi utama menghadapi konflik serta menciptakan stabilitas di kawasan. Ia menekankan keharusan berdiskusi antara Washington dan Teheran, dengan harapan agar periode gencatan senjata bisa diperpanjang.
Kuasa Usaha AS, Natalie Baker, mengungkapkan apresiasi terhadap peran Pakistan dalam mendorong perdamaian dan memfasilitasi komunikasi antara kedua pihak. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa Pakistan berkontribusi positif pada upaya menjaga ketegangan di wilayah tersebut.
“Sangat tidak mungkin” saya akan memperpanjang gencatan senjata, kata Presiden AS Donald Trump. Ia menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokade oleh Washington hingga kesepakatan diperoleh.
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer AS di daerah tersebut.
Pakistan berperan sebagai mediator dalam mengatur gencatan senjata selama dua minggu, yang dimulai 8 April dan akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington. Upaya negosiasi berikutnya sedang dijalankan, meski masih dipengaruhi ketidakpastian.
Perundingan antara AS dan Iran di Islamabad berlangsung pada 11-12 April. Menteri Dar kembali mengingatkan pentingnya konsistensi dalam mengandalkan dialog sebagai jembatan perdamaian. Ia menyoroti bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mengurangi eskalasi kekerasan di wilayah regional.