Visit Agenda: Janda lansia Bone berangkat haji dari mengumpulkan rumput laut
Janda Lansia Bone Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Menabung dari Pengumpulan Rumput Laut
Kota Makassar menjadi tempat keberangkatan Patimang Hibbu Manne (86), seorang lansia yang hidup sendirian. Setelah berkumpul dengan rumput laut selama 16 tahun, ia akhirnya mewujudkan mimpi menunaikan ibadah haji, salah satu rukun Islam yang selama ini terbengkalai. “Saya sangat berbahagia, karena di usia yang telah uzur ini, masih diberi kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci Makkah,” katanya dengan suara penuh syukur di Asrama Haji Sudiang, Rabu.
Cerita Panjang Menabung dengan Rumput Laut
Patimang mulai mengajukan pendaftaran haji sejak tahun 2010. Dengan penghasilan dari penjualan rumput laut yang tidak seberapa, ia berusaha menyisihkan uang untuk melunasi biaya perjalanan haji (Bipih). Meski hasil usahanya hanya Rp1.000 per kilogram, ia tetap mempertahankan tabungan seiring waktu. “Pengumpulan rumput laut tidak menghasilkan banyak uang, tapi saya terus berusaha menyisihkan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan sehari-hari dan menabung,” ujarnya.
Kegiatan Sederhana, Semangat Tak Pernah Padam
Dari kegiatan mencari rumput laut, Patimang menggunakan sampan kecil untuk menyusuri pinggir laut. Ia mengaku, berbeda dengan para petani rumput laut yang menggunakan jaring, dirinya hanya menumpahkan usaha kecil-kecilan ini. “Saya hanya mengumpulkan sisa-sisa rumput laut yang terserak di pantai,” terangnya.
Ketergantungan pada Bantuan Sosial
Saat ini, Patimang yang berasal dari Kecamatan Awangpone, tidak lagi mampu mencari nafkah. Ia mengandalkan bantuan sosial dan dukungan keluarga untuk bertahan hidup. Namun, keinginan untuk melaksanakan ibadah haji membuatnya tetap semangat. “Saya sudah bersedia menerima apa pun yang terjadi selama sebulan di Arab Saudi,” tutupnya dengan sikap tawakal.