Meeting Results: ESCAP ke-82: Menata ulang ketahanan Asia Pasifik
ESCAP ke-82: Transformasi Ketahanan Ekonomi Asia Pasifik
Thailand menjadi tempat pertemuan penting bagi kawasan Asia Pasifik pada 20-24 April 2026, di mana United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) menggelar forum ke-82. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks—seperti fluktuasi harga energi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan tekanan geopolitik—Asia Pasifik masih bertahan sebagai poros utama perekonomian dunia. Namun, perubahan tidak hanya terjadi pada tingkat pertumbuhan, tetapi juga pada cara kawasan ini menjaga keseimbangan ekonominya.
Risiko saat ini lebih terintegrasi, sehingga gangguan di satu sektor bisa merambat ke sektor lain, lintas batas negara, dan membatasi ruang kebijakan masing-masing negara. Untuk menghadapi situasi ini, stabilitas kawasan harus didukung oleh kerja sama regional yang lebih intensif. Hal tersebut menjadi fokus utama dalam agenda ESCAP ke-82, yang mengusung tema “Leaving no one behind: advancing a society for all ages in Asia and the Pacific.”
“Agenda pembangunan global perlu ditempatkan dalam horizon yang lebih jangka panjang,” kata Duta Besar Indonesia untuk Thailand dan UNESCAP, Hari Prabowo. Menurutnya, pencapaian Sustainable Development Goals 2030 bisa menjadi dasar awal, sementara pembahasan kawasan harus beralih ke kerangka pasca-2030 yang lebih adaptif terhadap dinamika global.
Dalam perspektif Indonesia, Asia Pasifik tidak hanya berfungsi sebagai motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki potensi untuk membentuk arah baru dalam agenda pembangunan global. Prinsip “tidak meninggalkan siapa pun” dianggap sebagai landasan utama kebijakan pembangunan. Prinsip ini tidak cukup diwujudkan melalui komitmen, tetapi harus menjadi bagian dari kebijakan yang mencakup kelompok rentan dan memberikan dampak nyata di tingkat masyarakat.
Kerja sama lintas negara dan lintas generasi dianggap penting sebagai elemen kunci untuk memastikan pembangunan tetap inklusif di tengah dunia yang saling terhubung. Indonesia juga menekankan peran UNESCAP bukan hanya sebagai platform teknis, tetapi sebagai ruang strategis untuk memperkuat multilateralisme dan mendorong pertumbuhan kawasan yang lebih tangguh, adil, serta berkelanjutan.