Special Plan: Komisaris Pertamina cek distribusi BBM dan LPG di Papua Barat Daya

Komisaris Pertamina cek distribusi BBM dan LPG di Papua Barat Daya

Sebuah inspeksi terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta LPG dilakukan oleh Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang dan mantan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi. Kedua pihak memastikan bahwa pasokan energi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, berjalan lancar tanpa hambatan signifikan. Hasil peninjauan tersebut memberikan gambaran bahwa masyarakat kota tersebut tetap tenang dan tidak mengalami gangguan.

Stabilitas harga BBM di Papua

Nanik menyoroti keberhasilan program BBM satu harga yang dinilai memberikan dampak positif bagi ekonomi dan kehidupan sosial warga. Menurutnya, kebijakan ini sangat berarti, terutama di daerah timur seperti Papua, di mana kenaikan harga bahan bakar di negara lain sering kali menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga mengapresiasi upaya Pertamina dalam menjaga ketersediaan bahan bakar dengan harga yang stabil.

“BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia masih bertahan. Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Nanik.

Stok BBM lebih aman di Sorong

Dalam peninjauannya, Nanik menemukan bahwa tingkat ketahanan stok BBM di Sorong jauh lebih baik dibandingkan wilayah Jawa. Ia menyebutkan, Sorong memiliki stok yang mampu bertahan hingga 20 hari, sedangkan di Jawa hanya sekitar 10 hari. Hal ini dianggap sebagai keuntungan besar bagi masyarakat.

Peninjauan terhadap sistem distribusi BBM dan LPG dilakukan di SPBU COCO 81 984 01 dan agen non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri. Hasan Nasbi menuturkan, pelayanan di SPBU tersebut berjalan lancar, meski masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. “Secara umum sudah berjalan dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Namun, ada beberapa SOP yang perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet dan tangki pendam,” kata Hasan.

“Di agen ini tidak ada kelangkaan, suplai tersedia bahkan hingga 15 hari ke depan. Sebelum habis, sudah ada pasokan baru yang datang. Insyaallah pasokan energi di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga,” ujarnya.

Kedua pihak sepakat bahwa upaya Pertamina dalam memastikan distribusi BBM dan LPG tetap terjaga akan memberikan manfaat maksimal bagi warga Papua Barat Daya. Peninjauan dilakukan pada Selasa, 21 April 2026, dan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja serta perbaikan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *