Key Strategy: Kemenkes perkuat deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi

Kemenkes Gencarkan Deteksi Dini Preeklamsia Berbasis Teknologi

Dari Jakarta, Kementerian Kesehatan menggencarkan program deteksi dini preeklamsia menggunakan teknologi sebagai langkah strategis untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) hingga 40 per 100 ribu kelahiran hidup. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa target ini bukan sekadar ambisi, tetapi upaya serius untuk mencapai penurunan yang cepat dan signifikan. “Kita tidak hanya berharap menurunkan angka, tetapi menargetkan penurunan agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus mencapai 40. Target ini membutuhkan kerja lebih keras, cerdas, dan tepat,” kata Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.

Kolaborasi dengan Teknologi Kesehatan

Upaya tersebut disambut baik oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi, yang menjelaskan bahwa inovasi kini dilengkapi dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada arteri uterina dan arteri oftalmik. “Hasil awal menunjukkan peningkatan deteksi hingga 50 persen. Dulu, dari empat kasus hanya satu yang teridentifikasi, sekarang bisa mencapai enam,” tutur Endang. Inovasi ini diharapkan memperkuat skrining sejak awal kehamilan.

“Hingga hari ini, preeklamsia tetap menjadi penyebab kematian ibu hamil terbesar kedua di Indonesia. Ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga tantangan sistem dan akses teknologi yang perlu terus ditingkatkan,” tambah Iim Fahima Jachya, pendiri dan CEO Queenrides.

Kemenkes bekerja sama dengan mitra strategis seperti Queenrides, Telecheksam Indonesia, dan Indonesia Prenatal Institute memperkenalkan sistem berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi diagnosa. Sejak 2022, perangkat USG telah didistribusikan ke 10 ribu puskesmas di seluruh negeri agar layanan deteksi dini bisa diakses secara merata, termasuk di daerah pedesaan.

Perspektif Sistem Kesehatan

Iim menyoroti bahwa preeklamsia tidak hanya masalah klinis, tetapi juga ketergantungan pada infrastruktur dan akses teknologi. “Inovasi ini menjadi solusi untuk melindungi masa depan ibu hamil dan bayi,” katanya. Dengan pendekatan teknologi, Kemenkes berkomitmen untuk memperbaiki sistem kesehatan dan meminimalkan risiko komplikasi selama kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *