Key Issue: Marleve Mainaky: Kekompakan jadi kunci kans Indonesia di Piala Thomas

Marleve Mainaky: Kekompakan jadi kunci kans Indonesia di Piala Thomas

Jakarta – Marleve Mainaky, mantan pelatih bulu tangkis nasional, menilai kesuksesan tim beregu putra Indonesia pada Piala Thomas 2026 bergantung pada tingkat kekompakan, bukan hanya kemampuan individu. Dalam wawancara dengan pewarta di Jakarta, Rabu, ia menyatakan bahwa secara realistis Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai babak semifinal. Namun, faktor kebersamaan dan suasana tim akan menjadi penentu dalam upaya menggeser posisi lebih tinggi.

“Secara realitas kita harus siap minimal bisa ke semifinal. Setelah itu biasanya di beregu, faktor kekompakan sangat menentukan,” kata Marleve.

Sebagai pelatih yang pernah membawa Indonesia meraih gelar Thomas Cup pada 1998, 2000, dan 2002, ia menekankan pentingnya atmosfer yang dihasilkan pelatih untuk memastikan pemain bisa menampilkan performa terbaik. “Tinggal bagaimana pelatih dengan pemain bisa menciptakan suasana yang mendukung supaya mereka bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

Marleve menyebut komposisi tunggal putra Indonesia yang menggabungkan pemain senior dan junior adalah hal yang alami dalam dinamika tim beregu. Meski pengalaman Jonatan Christie masih menjadi aset penting, ia berpandangan regenerasi juga harus diberi ruang, terutama untuk pemain muda seperti Alwi Farhan.

“Memang harus seperti itu, ada yang senior dan ada yang muda. Pengalaman seperti Jojo penting, tapi saya lihat Alwi sudah bisa diberi kesempatan untuk jadi tunggal utama ke depan,” ujarnya.

Indonesia berharap meraih gelar juara, meski Marleve mengingatkan bahwa perjalanan di turnamen beregu sering kali dipengaruhi oleh kondisi lapangan. “Kita berharap yang terbaik, tentu juara. Tapi di beregu itu bagaimana mereka bisa sehati, itu yang penting,” katanya.

Timnas Indonesia akan menghadapi jadwal berat mulai dari babak grup. Mereka dijadwalkan bertanding melawan Aljazair pada 24 April, Thailand pada 26 April, dan Prancis pada 28 April. Meski datang tanpa gelar dari rangkaian tur Eropa dan Kejuaraan Asia 2026, Marleve yakin peluang tetap terbuka.

“Pengalaman saya, di beregu itu setiap individu kita sebenarnya kuat. Kebersamaan kita juga bagus, jadi masih ada peluang,” ujar Marleve.

Marleve optimis Indonesia bisa bersaing, asalkan pemain tetap bisa menjaga kondisi mental dan kenyamanan selama turnamen berlangsung. “Yang penting mereka bisa tampil maksimal dengan kondisi yang nyaman,” pungkasnya.

Di sektor tunggal, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie sebagai pemain inti, dengan dukungan dari Alwi Farhan serta Mohammad Zaki Ubaidillah. Untuk ganda, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi tumpuan utama. Tim juga memiliki opsi tambahan dari pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani serta duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *