Topics Covered: KBRI Dili: Pelatihan bahasa Indonesia diikuti 1.500 warga Timor Leste
KBRI Dili: Pelatihan bahasa Indonesia diikuti 1.500 warga Timor Leste
Jakarta – Minat warga Timor Leste untuk mempelajari bahasa Indonesia terlihat dari partisipasi 1.500 peserta dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diadakan Kedutaan Besar RI (KBRI) Dili. Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Dili Nugroho Yuwono Aribhimo menjelaskan bahwa program BIPA berperan penting dalam diplomasi kebahasaan serta memperdalam hubungan bilateral.
Menurut Nugroho, antusiasme generasi muda merupakan fondasi penting untuk memperkuat hubungan pendidikan dan budaya antara kedua negara.
Peserta BIPA 2026 berasal dari berbagai latar belakang, seperti pelajar dan pegawai instansi lokal. Mereka terdistribusi di 10 distrik, dengan kegiatan utama berlangsung di Pusat Budaya Indonesia, Dili. Sebanyak 250 peserta mengikuti pelatihan langsung di lokasi tersebut, sementara 18 instruktur khusus memfasilitasi program ini.
Tasrifin Tahara, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, menekankan bahwa program BIPA mencerminkan hubungan kultural dan emosional yang erat antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa minat generasi muda Timor Leste untuk menempuh pendidikan di Indonesia menjadi faktor yang mendorong permintaan belajar bahasa Indonesia.
Hafidz Muksin, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menegaskan bahwa BIPA menjadi prioritas pemerintah dalam memperkuat bahasa dan budaya Indonesia secara internasional. Menurutnya, program ini harus terus dikembangkan dengan kolaborasi dari berbagai pihak.
KBRI Dili optimis bahwa BIPA 2026 akan memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya antar kedua negara. Program ini juga diharapkan mendorong lebih banyak siswa Timor Leste untuk mengejar studi di Indonesia.