Latest Program: Legislator: Transaksi batu bara DMO gunakan rupiah tekan risiko fiskal

Legislator: Transaksi batu bara DMO gunakan rupiah tekan risiko fiskal

Dari Jakarta, anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan menyatakan pendukungannya terhadap penerapan rupiah dalam transaksi pembelian batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Menurut Rokhmat, langkah ini bermanfaat untuk mengurangi dampak fluktuasi harga energi global serta perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap anggaran negara.

Batu bara yang dimaksud merupakan pasokan DMO yang dialokasikan secara khusus untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Saat ini, transaksi pembelian batu bara untuk kebutuhan domestik tercatat berada pada kisaran 70 dolar AS per ton. Dalam volume yang signifikan, beban keuangan berpotensi meningkat tajam jika kurs rupiah melemah terhadap dolar AS, sehingga penggunaan rupiah dinilai lebih efektif dalam menjaga kestabilan biaya sekaligus mengurangi risiko fluktuasi harga.

“Saya mendukung agar transaksi-transaksi menggunakan rupiah, terutama pembelian batu bara tersebut, sehingga tidak mengalami kerugian negara yang cukup besar,” kata Rokhmat dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.

Sebagai bagian dari kebijakan fiskal, Rokhmat menekankan bahwa penggunaan rupiah dalam transaksi energi lokal lebih logis dan menguntungkan dibandingkan memakai mata uang asing. “Karena transaksi dilakukan di dalam negeri, penggunaan rupiah dinilai lebih efisien dan logis dibandingkan menggunakan mata uang asing,” tambahnya.

Di sisi lain, Rokhmat juga menyambut baik instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Menurutnya, pembangkit diesel memiliki biaya produksi tinggi dan tergantung pada bahan bakar impor, sehingga pengurangannya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian energi nasional.

Menambahkan, Rokhmat menjelaskan bahwa penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara DMO serta pengurangan pembangkit diesel merupakan kebijakan yang saling melengkapi. “Kebijakan ini berperan ganda, tidak hanya mengurangi risiko keuangan, tetapi juga mendorong transisi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *