Key Discussion: Boy Rafli: Pegang prinsip bebas aktif demi jaga kedaulatan negara
Boy Rafli Amar: Politik Luar Negeri Bebas Aktif Jadi Kunci Kedaulatan
Dari Jakarta – Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Boy Rafli Amar menegaskan bahwa Indonesia harus terus menjaga hubungan harmonis dengan berbagai pihak, sekaligus tidak mengorbankan martabat dan kepentingan nasional. Ia menekankan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang sering disebutkan oleh Presiden Prabowo Subianto, tetap menjadi landasan penting.
Ancaman Intervensi Asing Bukan Hanya Khayalan
Boy Rafli dalam keterangan di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa ancaman intervensi dari luar negeri terhadap Indonesia adalah hal yang nyata, bukan sekadar kekhawatiran berlebihan. Menurutnya, intervensi asing bisa dibagi menjadi dua kategori: positif dan negatif. Investasi asing yang masuk ke Indonesia dianggap sebagai bentuk bantuan yang bermanfaat. Namun, ketika pihak luar mulai mengatur kebijakan dalam negeri demi kepentingan mereka sendiri, maka itu bisa dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatan.
“Jika ada pihak yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak stabil, mereka bisa mengambil langkah-langkah tersebut,” ujarnya.
Kemajemukan Indonesia, yang mencakup 600 bahasa dan 1.300 suku, justru menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh intelijen asing untuk memecah belah bangsa. Ia menggambarkan negara ini seperti seorang gadis cantik yang sering menjadi target perhatian banyak pihak.
Menurut Boy Rafli, Indonesia perlu waspada terhadap kebaikan negara lain. Setiap hubungan internasional harus diperhitungkan secara cermat agar tidak berujung pada ketergantungan yang mengikis kedaulatan. “Apakah di balik kebaikannya mereka ada niat mengendalikan kita? Jika tidak waspada, akhirnya mereka akan mengatur kita,” tambahnya.
Prabowo: Indonesia Tetap Berpegangan pada Prinsip Nonblok
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengingatkan pentingnya kesadaran nasional dalam menghadapi dinamika politik global yang kian rumit. Dalam konteks ini, ia menegaskan komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta prinsip nonblok. Negara ini tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan terus memprioritaskan persahabatan dengan semua bangsa.
“Filosofi luar negeri saya adalah bahwa seribu teman lebih sedikit daripada satu musuh,” kata Prabowo.