Special Plan: Komdigi: Penetrasi internet 80 persen jadi modal kuat Koperasi Desa
Komdigi: Penetrasi internet 80 persen jadi modal kuat Koperasi Desa
Di Bandung, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai koperasi desa sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi inklusif. Dengan proyeksi penetrasi internet nasional yang mencapai 60-80 persen pada 2025, kemampuan akses digital dianggap sebagai fondasi penting untuk mendorong inisiatif koperasi desa merah putih. Program ini bertujuan memperluas pasar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari desa ke tingkat internasional.
Dalam workshop bertajuk “Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna” di Bandung, Rabu, Plt Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan bahwa koperasi desa berperan sebagai sarana pengembangan potensi lokal dan fasilitas bagi pelaku UMKM. “Koperasi adalah wadah yang memperkuat daya saing sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk desa,” ujarnya.
“Pembangunan ekonomi sekarang tidak hanya fokus pada kota, tetapi dimulai dari desa dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan keunikan sektor lokal, seperti pertanian atau kerajinan,” tambah Farida.
Menurut Farida, integrasi digital dalam promosi dan distribusi dapat mengurangi hambatan rantai pemasaran. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan infrastruktur fisik harus diiringi dengan peningkatan kemampuan digital masyarakat. “Kami ingin SDM yang siap berkontribusi, termasuk mampu beradaptasi dengan ekosistem digital,” jelasnya.
Komdigi juga mengajak media untuk memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan pesan positif mengenai koperasi desa. Media dianggap sebagai sarana penting agar informasi pembangunan tidak hanya berupa data, tetapi berubah menjadi berita yang memotivasi sektor ekonomi lokal. “Jurnalis perlu memberikan informasi yang akurat, seimbang, dan memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Farida.
Pemerintah yakin, dengan peningkatan akses internet terutama di Jawa Barat, koperasi desa akan menjadi penggerak ekonomi yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pribadi dan nasional. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, dengan fokus pada inovasi dan keberlanjutan dalam perekonomian desa.