Bukan Hormuz – Militer AS Tiba-Tiba Cegat Kapal Iran hingga ke Dekat RI
Bukan Hormuz, Militer AS Tiba-Tiba Cegat Kapal Iran hingga ke Dekat RI
Amerika Serikat dikabarkan melakukan aksi pencegatan terhadap sejumlah kapal tanker berbendera Iran di berbagai wilayah perairan Asia. Tindakan ini dilakukan dalam situasi di mana negosiasi perdamaian dan gencatan senjata antara pihak Iran dengan negara-negara lain masih belum menemui titik temu. Informasi dari sumber pelayaran dan keamanan, yang diberikan pada Rabu (22/4/2026), menyatakan bahwa militer AS telah mengintersepsi setidaknya tiga kapal tanker Iran dan mengarahkannya menjauh dari area sekitar India, Malaysia, serta Sri Lanka.
Blokade laut yang diterapkan Washington terhadap perdagangan minyak dan gas Iran telah menimbulkan ketegangan di jalur distribusi energi global. Di sisi lain, Iran terus meningkatkan tekanan dengan menembaki kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan laut Arab dengan Teluk Timur Tengah. Penutupan selat tersebut telah mengganggu pasokan sekitar 20% minyak dan gas dunia, menyebabkan peningkatan risiko krisis energi.
“Washington dalam beberapa hari terakhir juga mengalihkan setidaknya tiga tanker minyak berbendera Iran lainnya,” kata sumber pelayaran kepada Reuters. Sementara itu, Iran mengklaim telah menangkap dua kapal kontainer yang mencoba keluar dari wilayah laut mereka melalui Selat Hormuz, setelah menembaki kapal-kapal tersebut. Ini menjadi penyitaan pertama sejak perang melawan Iran dimulai.
Dua bulan sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang terhadap Iran, belum terlihat tanda-tanda pembicaraan damai akan kembali dilanjutkan meski gencatan senjata masih berlangsung. Aksi pencegatan terhadap kapal Iran oleh militer AS menunjukkan upaya memutus rantai pasokan energi, sekaligus memperketat tekanan terhadap pihak Iran. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi AS untuk menghalangi eksportasi minyak Iran ke pasar internasional.
Dari laporan sumber, kapal-kapal yang dicegat termasuk supertanker Deep Sea dan Sevin. Deep Sea, yang terdeteksi di lepas pantai Malaysia sekitar sepekan lalu, dilaporkan mengangkut sebagian minyak mentah. Sevin, dengan kapasitas maksimum 1 juta barel, ditemukan mengangkut sekitar 65% dari kapasitasnya di perairan Malaysia sebulan lalu. Sementara itu, Dorena, supertanker berbendera Iran yang membawa 2 juta barel minyak, terakhir terlihat di lepas pantai India bagian selatan tiga hari sebelumnya.
Menurut data MarineTraffic dan keterangan sumber, Derya, kapal tanker lainnya, kemungkinan juga dicegat. Kapal ini gagal membongkar muatan minyak Iran di India sebelum masa berlaku pengecualian sanksi AS berakhir pada Minggu. Selain itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengungkapkan bahwa sejak blokade diberlakukan, 29 kapal telah diberi instruksi untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan. Namun, militer AS belum memberikan rincian lengkap tentang seluruh kapal yang dicegat.
Kapal-kapal Iran kini juga menjadi sasaran operasi AS di perairan terbuka, jauh dari Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko ranjau laut yang bisa mengganggu operasi militer. Aksi tersebut mencerminkan eskalasi tidak langsung antara kedua pihak, di tengah situasi yang belum jelas bagaimana akan diakhiri. Dengan gangguan terhadap pasokan energi global, ketegangan di kawasan ini bisa terus memengaruhi stabilitas pasar dan ekonomi dunia.