Hizbullah lancarkan 4 operasi militer – balas pelanggaran oleh Israel
Hizbullah Menggelar Empat Serangan Militer Balas Pelanggaran Israel
Beirut, Antaranews – Gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, melakukan empat operasi militer terhadap pasukan Israel (IDF) pada Rabu (22/4), sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel. Keempat serangan tersebut diumumkan melalui empat laporan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut.
Dalam laporan terbaru, disebutkan bahwa para pejuang Hizbullah menembak jatuh empat drone pengintai Israel di Desa Mansouri. Tiga pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa anggota IDF di Desa Qantara dan Bayada juga menjadi sasaran serangan. Di Qantara, sebuah drone bunuh diri menyerang kendaraan SUV yang membawa seorang perwira Israel.
Qassem Peringatkan tentang Pelanggaran Gencatan Senjata
“Gencatan senjata harus berarti penghentian total agresi,” kata Pemimpin Hizbullah Naim Qassem dalam pernyataan pada Sabtu (18/4). Ia menekankan bahwa kelompok itu siap membalas setiap pelanggaran oleh Israel di Lebanon Selatan.
Qassem menegaskan bahwa gencatan senjata tidak boleh hanya dijalankan oleh satu pihak. “Tidak ada gencatan senjata yang hanya dijalankan oleh satu pihak,” ujarnya. Ia juga mengatakan para pejuang Hizbullah akan mengambil langkah yang sesuai untuk menanggapi pelanggaran agresi.
Menurut Qassem, lima langkah utama yang harus ditempuh meliputi penghentian pertempuran secara permanen di seluruh Lebanon, penarikan penuh pasukan Israel, pembebasan tahanan, kembalinya warga yang mengungsi, serta rekonstruksi wilayah dengan dukungan Arab dan internasional. Ia menambahkan bahwa Hizbullah belum dikalahkan dan akan terus berjuang untuk kemerdekaan Lebanon.
Kelompok itu juga menunjukkan kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Lebanon, asalkan bisa memperkuat persatuan nasional dan menjaga kedaulatan negara. Qassem menyatakan Hizbullah siap bekerja sama dengan lembaga negara guna mendorong stabilitas dan kemerdekaan Lebanon.