Latest Program: Kemendukbangga libatkan kampus bangun peta jalan kependudukan
Kemendukbangga Libatkan Kampus Bangun Peta Jalan Kependudukan
Peluncuran Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan
Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) resmi diluncurkan di Kabupaten Badung, Bali, pada hari Kamis. Acara ini melibatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mengundang institusi pendidikan tinggi untuk bekerja sama dalam menyusun strategi aksi yang mempercepat pencapaian target pembangunan kependudukan,” ujar Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026.
Dalam peluncuran tersebut, sebelas universitas bergabung sebagai anggota konsorsium. Rektor Universitas Negeri Padang menjadi ketua, sementara Rektor Universitas Udayana menjabat sebagai wakil ketua. Rektor Universitas Sumatera Utara bertindak sebagai sekretaris.
Perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium PTPK diharapkan menjadi mitra di lapangan dalam penyusunan serta penerapan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Menurut Budi Setiyono, konsorsium ini juga akan mengevaluasi pencapaian program-program kependudukan secara berkala dengan Kemdiktisaintek.
“Konsorsium ini fokus pada isu-isu aktual terkait kependudukan, kesehatan reproduksi, serta pembangunan keluarga, sementara evaluasi akan dilakukan secara terpadu dengan lembaga terkait,” tambahnya.
Strategi untuk Indonesia Maju 2045
Dalam PJPK, Kemendukbangga telah menyusun kerangka besar menuju Indonesia Maju 2045 dengan 30 indikator. Indikator tersebut mencakup peningkatan kualitas penduduk, pengelolaan jumlah, serta distribusi populasi.
Sektor pendidikan dianggap sebagai penentu kritis dalam mewujudkan semua target tersebut. Budi Setiyono menekankan bahwa pihaknya terus menantikan partisipasi lebih banyak perguruan tinggi negeri dan swasta dalam konsorsium ini.
Integrasi dengan Pendidikan Kerja
Kemendukbangga juga mengajak Konsorsium PTPK untuk menggabungkan pusat pengembangan karier yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Tujuannya adalah memastikan lulusan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Dengan bantuan PTPK, kita bisa menyelaraskan kurikulum dan program studi pendidikan tinggi agar lebih relevan dengan industri dan mendukung pencapaian Indonesia Maju 2045,” jelas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco.
Badri Munir menyoroti adanya ketidaksesuaian antara jumlah lulusan dan kebutuhan sektor produktif. “Beberapa program studi mengalami kelebihan pasokan, sementara ada jurusan yang SDM-nya masih kurang. Ini menjadi tantangan utama yang perlu diatasi,” imbuhnya.