Latest Program: Mensos instruksikan Tagana perkuat respons cepat dan tepat sasaran

Mensos Memerintahkan Tagana Tingkatkan Efisiensi dan Akurasi Bantuan

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya Tagana (Taruna Siaga Bencana) meningkatkan kemampuan merespons cepat serta memastikan bantuan tepat sasaran. Sebagai bagian dari upaya penguatan perlindungan sosial, ia menggarisbawahi peran Tagana sebagai pihak pertama yang hadir saat bencana terjadi. “Tagana harus siap tanpa keraguan. Saat kejadian bencana, mereka harus menjadi yang terdepan. Tidak ada toleransi terhadap keterlambatan,” ujarnya dalam apel peringatan HUT ke-22 Tagana di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.

Integrasi Sistem DTSEN untuk Optimalkan Distribusi Bantuan

Dalam instruksi tersebut, Saifullah Yusuf menyebutkan kecepatan respons harus didukung oleh implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini dianggap sebagai alat kunci untuk memastikan distribusi logistik dan dukungan psikososial mencapai warga yang berhak secara akurat. Selain itu, ia menekankan aspek integritas sebagai prioritas bagi seluruh relawan, guna meminimalkan risiko penyimpangan bantuan.

“Penyaluran bantuan harus dipandang sebagai amanah yang membutuhkan empati tinggi. Ini untuk memperkuat ketahanan mental korban bencana,” kata Saifullah Yusuf.

Seiring dengan itu, Tagana diberi tugas tambahan untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Tugas ini dianggap sebagai bagian dari kontribusi relawan dalam memaksimalkan potensi sumber kesejahteraan sosial di masyarakat. Saifullah Yusuf juga meminta Dinas Sosial provinsi meningkatkan pengawasan terhadap kapasitas dan operasional personel di daerah. “Perhatikan Tagana di daerah, perkuat kapasitas mereka, dan berikan perlindungan yang memadai saat bertugas,” lanjutnya.

Simulasi Evakuasi dan Kesiapan Posko Pengungsi

Pada acara seremoni tersebut, anggota Tagana dari seluruh wilayah menunjukkan keterampilan mereka dalam operasi SAR dan tanggap darurat. Mereka melakukan simulasi evakuasi vertical rescue menggunakan teknik lowering, yaitu menurunkan korban dari lokasi tertinggi ke terendah melalui lintasan tali karmantel. Selanjutnya, mereka mengevakuasi dengan metode repping dari atas gedung Kementerian Sosial, yang mencapai ketinggian 20 meter.

Dalam simulasi, kedua proses evakuasi diselesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit, sesuai standar latihan profesional seperti Basarnas dan INSARAG. Tagana juga menyiapkan simulasi posko pengungsi, ruang perawatan, serta fasilitas medis dan dapur umum. Melalui latihan tersebut, Menteri Sosial optimis Tagana mampu menjadi bagian penting pemerintah dalam menghadapi bencana dan situasi sosial yang kompleks.

“Saudara-saudara adalah relawan dengan dedikasi luar biasa. Untuk kesempatan ini, silakan tepuk tangan untuk Tagana yang solid dan terintegrasi,” tambah Saifullah Yusuf.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa bencana tidak bisa ditangani sendirian. “Perkuat kolaborasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BNPB, Dinas Sosial, serta semua pemangku kepentingan. Ingat, bencana harus ditanggulangi dengan gotong royong,” pesannya. Tugas Tagana kini diharapkan lebih terkoordinasi, dengan kecepatan dan akurasi sebagai prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *