Latest Program: 8 siswa jadi korban kekerasan senior di SMA Taruna Kasuari Papua Barat

8 Siswa Jadi Korban Kekerasan Senior di SMA Taruna Kasuari Papua Barat

Manokwari – Setelah kejadian kekerasan yang menimpa delapan siswa kelas X, Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SMA Taruna Kasuari. Evaluasi ini mencakup pembinaan siswa, pengawasan internal, pengamanan, serta prosedur penerimaan peserta didik baru untuk periode 2025/2026. Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menjelaskan bahwa tindakan kekerasan tidak boleh terulang, sehingga tindakan evaluasi dilakukan secara menyeluruh.

Kekerasan terjadi pada Rabu (22/4) malam, saat sejumlah siswa kelas XI menyerang siswa kelas X. Akibatnya, delapan siswa mengalami luka dan langsung dibawa ke RSAL Manokwari untuk penanganan medis. Barnabas menegaskan bahwa pengamanan di asrama juga menjadi fokus evaluasi. “Termasuk pola pengamanan siswa selama berada di asrama, kami tinjau ulang,” ujarnya.

“Pemprov Papua Barat bersama sekolah akan mengidentifikasi siswa yang terlibat, serta memberi kesempatan kepada orang tua untuk menempuh jalur hukum,” kata Barnabas.

Menurut Barnabas, jumlah siswa kelas XI di SMA Taruna Kasuari melebihi batas maksimal sebanyak 100 orang. Saat ini, siswa kelas XI mencapai sekitar 140 orang. Ia menambahkan bahwa kekerasan kemungkinan direncanakan, lantaran lampu kamar di matikan terlebih dahulu sebelum insiden terjadi. “Kalau terbukti bersalah, ada sanksi sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Pemprov Papua Barat berkomitmen untuk memastikan proses penanganan kasus kekerasan di lingkungan sekolah dilakukan secara transparan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam penyelenggaraan pendidikan menengah secara profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *