Key Strategy: KemenPPPA kembangkan modul e-learning lindungi anak di ruang digital

KemenPPPA kembangkan modul e-learning lindungi anak di ruang digital

Dari Jakarta, Menteri PPPA Arifah Fauzi menggandeng Save the Children untuk merancang modul pembelajaran terpadu di platform e-learning KemenPPPA. Tujuan utamanya adalah meningkatkan perlindungan anak dalam lingkungan digital. Modul ini dirancang untuk meliputi berbagai aspek, seperti manajemen kasus, kompetensi digital, kebijakan keselamatan, serta tata cara pengasuhan dalam ruang daring.

Menurut Menteri Arifah Fauzi, partisipasi semua pihak terkait—termasuk pemerintah pusat dan daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media—diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengurangi risiko yang mengancam generasi muda di era digital,” ujarnya.

Data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 menunjukkan bahwa sekitar 10 persen anak usia 13-17 tahun pernah mengalami perundungan siber. Sementara itu, 4 persen dari kelompok yang sama mengalami kekerasan seksual non-kontak melalui platform digital, seperti dipaksa melihat atau mengirimkan konten bermuatan seksual.

“Edukasi berkelanjutan diperlukan agar anak mampu mengenali risiko, orang tua dapat melakukan pendampingan, serta tenaga pendidik mampu membimbing penggunaan teknologi secara aman,” kata Arifah Fauzi.

KemenPPPA berkomitmen memperkuat perlindungan anak di ruang digital dengan menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) dan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Pelindungan Anak di Ranah dalam Jaringan.

Dengan peningkatan penggunaan teknologi digital, lebih dari 78 persen anak usia 5-17 tahun kini telah mengakses telepon seluler. Penggunaan internet juga melonjak dari sekitar 49 persen pada 2020 menjadi hampir 74 persen pada 2024. “Namun, tingginya akses digital tersebut diiringi dengan meningkatnya ancaman,” tambah Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *