Solution For: Jaktim targetkan perbaikan jembatan amblas di Ciracas rampung sebulan
Jaktim Targetkan Perbaikan Jembatan Amblas di Ciracas Rampung dalam Sebulan
Jakarta – Pemkot Jakarta Timur telah menetapkan target penyelesaian perbaikan jembatan saluran Phb yang roboh di Jalan Pule RW 10, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas. Proyek ini diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan. Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, mengungkapkan bahwa pengerjaan terus dilakukan secara intensif.
Jembatan tersebut mengalami keruntuhan pada Rabu (15/4), mengakibatkan gangguan pada akses warga sekitar. Benhard menjelaskan bahwa tahap awal fokus pada perbaikan turap saluran Phb yang berpanjang 4,5 meter dan memiliki ketinggian 1,5 meter. Bagian bawah turap dibuat dengan lebar 40 sentimeter, sementara bagian atas diatur sebesar 30 sentimeter.
“Perbaikan turap kami lakukan karena merupakan bagian integral dari struktur jembatan saluran Phb,” tambah Benhard.
Jembatan yang akan dibangun ulang memiliki panjang sekitar 9 meter dan lebar 5 meter. Di sisi kiri serta kanan, akan dipasang raling dengan diameter 3 hingga 3,5 inci dan tinggi sekitar 80 sentimeter. Proyek ini melibatkan 12 anggota Satgas Bina Marga yang bekerja sama antara Suku Dinas dan Satuan Pelaksana Kecamatan Ciracas.
Dalam pengerjaan, hingga kini tidak ada hambatan signifikan selain faktor cuaca. Ketersediaan material juga dinilai cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Dengan perbaikan ini, Benhard optimis akses warga kembali lancar dan risiko banjir akibat luapan air di sekitar jembatan bisa dikurangi.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menyampaikan bahwa sejak Kamis (16/4), puluhan personel Satgas Bina Marga dan SDA mulai bekerja bersama. Tahap awal menekankan pembersihan sisa-sisa jembatan yang menghalangi aliran air. Selanjutnya, pengerjaan dilanjutkan ke bagian teknis.
“Satgas Bina Marga menggarap bagian jembatan, sementara SDA fokus pada perbaikan turap saluran air di sampingnya,” kata Ritonga.
Progres pengerjaan saat ini mencapai sekitar 10 hingga 15 persen. Tim terus berupaya mempercepat proses agar proyek selesai sesuai target waktu yang ditentukan.