Topics Covered: Kinerja PGEO 2025 Tumbuh Positif, Pengamat Soroti Prospek Panas Bumi untuk Investasi Energi Bersih

Kinerja PGEO 2025 Tumbuh Positif, Pengamat Soroti Prospek Panas Bumi untuk Investasi Energi Bersih

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan peningkatan signifikan dalam aspek keuangan dan operasional tahun 2025, yang mendorong minat investor pada energi panas bumi. Angka ini dirilis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Perusahaan berhasil meraih pendapatan sebesar 432,73 juta dolar AS serta mencatat laba bersih 137,67 juta dolar AS. Selain itu, PGEO mencetak rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah, menjadi penanda kuat untuk pertumbuhan sektor ini.

Dari segi operasional, volume listrik tercatat sebesar 5.095,48 GWh, naik 5,55 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh kemajuan proyek PLTP Lumut Balai Unit 2, yang berkontribusi meningkatkan kapasitas produksi. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan PGEO dalam mengelola aspek finansial dan risiko teknis, menurut Elrika Hamdi, anggota Dewan Pengawas Rumah Energi.

Konsistensi Kinerja Sebagai Sinyal Investasi

Elrika menilai hasil PGEO mencerminkan peran energi panas bumi yang semakin strategis dalam kebijakan energi nasional. “Transisi energi Indonesia membutuhkan sumber daya yang stabil, dan geothermal bisa menjadi pilihan utama karena kapasitasnya mencapai hingga 90 persen serta operasionalnya berkelanjutan,” ujarnya dalam wawancara terpisah.

Kalau sudah beroperasi, pembangkit listrik panas bumi umumnya memberi keuntungan yang konsisten. Namun, tantangan utama ada pada tahap awal, seperti identifikasi sumber daya dan eksplorasi yang memakan waktu lama serta proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Menurut pengamat, potensi geothermal di Indonesia masih luas, mengingat masih banyak lapangan yang belum dikembangkan. Konsistensi kinerja PGEO diharapkan memperkuat daya tarik investasi baru di sektor energi terbarukan, yang membutuhkan komitmen jangka panjang dan kebijakan yang pasti.

Target Pemerintah untuk Peningkatan Energi Terbarukan

Pemerintah menetapkan RUPTL yang menargetkan kontribusi energi baru terbarukan mencapai 76 persen pada 2025–2034. Dalam skenario tersebut, panas bumi diharapkan memberi kontribusi 5,2 gigawatt (GW). Capaian PGEO dinilai sejalan dengan upaya Indonesia menekan emisi karbon, sebagaimana tercantum dalam ENDC 2022 yang menetapkan penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri pada 2030.

Dengan pertumbuhan positif ini, PGEO berpotensi menjadi pendorong utama dalam percepatan pengembangan energi panas bumi, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam perjalanan transisi energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *