New Policy: Arsenal Main Duluan Dibanding Man City, Maksimal atau Sial?
Arsenal Main Duluan Dibanding Man City, Maksimal atau Sial?
Liga Inggris Musim Ini: Drama yang Tak Pernah Berhenti
Arsenal kini memiliki kesempatan untuk bermain lebih awal dari Manchester City dalam lima pertandingan tersisa Liga Inggris. Dengan keunggulan jumlah laga, tim besutan Mikel Arteta mungkin bisa menempatkan diri di puncak klasemen atau terjebak dalam keadaan tak menguntungkan. Persaingan antara dua raksasa Premier League ini terus memanas, dengan posisi mereka bergantian secara cepat.
Sementara itu, Manchester City secara perlahan menggeser Arsenal dari posisi teratas. Awal pekan ini, The Citizens menutup jarak poin setelah mengalahkan Burnley 1-0. Gol Haaland membawa mereka meraih kemenangan tipis, yang cukup untuk mematahkan dominasi The Gunners. Kini, kedua tim saling berimbang dalam poin (70) dan selisih gol (37), tetapi Man City unggul dalam produktivitas gol (66) dibanding Arsenal (63).
“Arsenal sejatinya kukuh di puncak klasemen sejak Oktober 2025 silam. Tapi kokohnya posisi itu ternyata tak bertahan selamanya,”
pesan yang sempat diungkapkan sebelumnya. Pada 11 April lalu, kekalahan 1-2 dari Bournemouth menjadi awal dari gelombang krisis The Gunners. Saat itu, mereka unggul dua laga karena sudah menjalani 32 pertandingan, sementara Man City hanya 30. Namun, peluang emas untuk mengambil perbedaan poin hilang setelah The Citizens mengalahkan Chelsea 3-0.
Duapuluh tiga April, Man City menggerogoti keunggulan Arsenal di klasemen setelah memenangkan pertandingan langsung 2-1. Puncak klasemen kini hanya terpaut tiga poin, dengan Arsenal sedikit lebih banyak pertandingan. Dua laga terdekat The Gunners adalah melawan Newcastle United (25/4) dan Fulham (2/5), yang akan menjadi ujian krusial. Kalau menang besar, mereka bisa memberi tekanan signifikan kepada Man City.
Sementara itu, jadwal Manchester City masih mengandalkan pertandingan melawan Everton (5/5) dan Brentford (9/5). Tapi ada tantangan besar yang menggantung di depan Arsenal: semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid pada 30 April. Setelah berjuang keras di Spanyol, Declan Rice cs harus segera kembali ke Liga Inggris untuk menghadapi Fulham pada 2 Mei. Situasi ini mengharuskan The Gunners hanya punya satu hari untuk beristirahat antara dua laga penting.
Kesempatan untuk menang besar di dua pertandingan berikutnya menjadi kunci bagi Arsenal. Kalau tidak bisa meraih hasil maksimal, mereka akan terus terancam. Strategi Mikel Arteta di fase kritis ini akan menentukan apakah The Gunners bisa meraih kemenangan atau kembali terjatuh ke keterpurukan.