Diskominfo: Waspada penipuan tawaran kerja lewat grup Telegram

Diskominfo: Waspada penipuan tawaran kerja lewat grup Telegram

Kota Tangerang, Provinsi Banten, saat ini menjadi perhatian karena adanya upaya penipuan yang memanfaatkan tawaran pekerjaan sampingan melalui aplikasi Telegram. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap modus ini. Kepala Diskominfo, Mugiya Wardhany, mengungkapkan bahwa penipu sering menawarkan peluang dengan keuntungan besar, tetapi tugas yang diberikan justru sangat ringan.

“Waspadai jika diminta mentransfer uang atau deposit dengan alasan misi besar untuk mendapatkan hasil berlipat, serta perhatikan jika grup tersebut memiliki pengendalian ketat, hanya admin yang bisa mengirim pesan,” kata Mugiya.

Skema penipuan yang dikenal sebagai “Misi Berbayar” ini kerap mencatut nama institusi perbankan ternama untuk menjerat korban. Modusnya dimulai dengan undangan masuk ke grup Telegram secara mendadak, lalu memberikan tugas-tugas sederhana seperti menyetujui konten atau menerima komisi kecil. Tujuannya adalah membangun kepercayaan sebelum meminta informasi sensitif atau uang.

Mugiya mengingatkan agar warga tidak terburu-buru menerima tawaran yang terdengar menggiurkan. Jika menemukan atau menjadi korban penipuan siber, segera laporkan melalui saluran resmi kepolisian atau fitur pengaduan dalam aplikasi Tangerang LIVE. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data finansial dan pribadi.

Langkah pencegahan yang disarankan adalah langsung mengabaikan grup yang mencurigakan dan mengklik opsi “Laporkan Spam dan Keluar” di aplikasi Telegram. Jangan pernah mentransfer dana ke rekening orang tak dikenal, terutama dengan dalih mempermudah pencairan hasil pekerjaan. Hindari memberikan data perbankan, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *