Main Agenda: Kepala Bapanas: Harga beras SPHP tak naik, pembelian maksimal 5 pak
Kepala Bapanas: Harga beras SPHP tetap stabil, pembelian maksimal 5 pak
Jakarta – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan. Pembelian beras SPHP masih dibatasi hingga maksimal lima kemasan berisi 5 kilogram.
“SPHP berfungsi sebagai penyeimbang harga beras di pasar. Kita tidak menaikkan harganya, jadi tetap sesuai dengan kondisi saat ini. Kualitas beras SPHP bagus karena pupuknya terjamin, pasokan tepat waktu, volume memadai, dan airnya baik,” ujar Amran saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Program beras SPHP diumumkan akan terus berjalan dengan aturan harga eceran tertinggi (HET) yang sama seperti sebelumnya. Batas pembelian 25 kilogram per konsumen juga tetap diterapkan untuk mencegah praktik penjualan yang tidak sehat. Amran menekankan bahwa harga beras SPHP masih tetap seperti semula, yang menjadi pendekatan untuk menjaga stabilitas harga di pasar pangan.
Realisasi SPHP 2026 Mulai Meningkat
Menurut data Bapanas, distribusi beras SPHP pada tahun 2026 yang dimulai sejak Maret mulai menunjukkan peningkatan positif hingga minggu ketiga April. Pada bulan Maret, realisasi mencapai 70.010 ton. Sementara, realisasi dari awal April hingga 23 April tercatat sebesar 69.850 ton atau 99,77 persen dari target, yang hampir menyamai realisasi bulan sebelumnya.
Kemasan Plastik SPHP Dikaji dengan Bulog
Untuk mengatasi tantangan ketersediaan kemasan plastik, Bapanas telah melakukan diskusi dengan Bulog. Usulan penggunaan kemasan dari stok tahun 2023-2025 sekitar 12,3 juta lembar dianggap dapat dilakukan asalkan informasi kualitas, merek, HET, dan detail lainnya sesuai dengan produk dalam kemasan. Pengawasan ketat juga diterapkan agar tidak terjadi kesalahan.