BNPB ingatkan warga di Jatim waspadai cuaca ekstrem
BNPB ingatkan warga di Jatim waspadai cuaca ekstrem
Di Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan warga Jawa Timur agar lebih waspada dan melakukan persiapan mandiri menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih terjadi di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat, dengan mengacu pada bencana terkini seperti banjir bandang di Kota Pasuruan dan angin kencang yang merusak tujuh rumah warga di Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.
Persiapan menghadapi cuaca ekstrem
“BNPB mengimbau masyarakat untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, atau bangunan rapuh saat angin kencang muncul, agar menghindari risiko tertimpa material yang jatuh,” ujarnya.
Abdul Muhari menegaskan bahwa warga di area rawan bencana hidrometeorologi harus memahami jalur evakuasi aman serta siap mengambil tindakan sendiri jika terjadi hujan deras dalam waktu lama. Contohnya, masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai dianjurkan memantau ketinggian air secara rutin untuk mendeteksi dini kemungkinan luapan. Ia juga mendorong penggunaan informasi cuaca dari BMKG secara terus-menerus guna mengantisipasi ancaman lebih dini dan tepat.
Peran pemerintah daerah
Menurut Abdul Muhari, peran pemerintah daerah sangat vital dalam memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif serta memberikan petunjuk jelas kepada masyarakat di lokasi rentan. Waspada adalah kunci untuk meminimalisir kerusakan material dan korban jiwa akibat bencana, selama masyarakat mengetahui bahaya yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
Bencana terkini di Jawa Timur
Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, baru-baru ini dilanda cuaca ekstrem pada Rabu (22/4) sore pukul 14.50 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan atap beberapa rumah warga rusak. Di Desa Semen, Kecamatan Paron, tercatat tujuh kepala keluarga dan tujuh unit rumah mengalami kerusakan. Sehari sebelumnya, Kota Pasuruan juga terkena banjir akibat meluapnya Sungai Welang, yang memengaruhi 100 kepala keluarga.
Tim respons cepat BPBD Ngawi dan Pasuruan telah melakukan peninjauan di lokasi untuk mengevaluasi dampak bencana, termasuk menghitung warga yang terkena, barang kebutuhan pokok, serta persiapan menghadapi bencana berikutnya.