New Policy: Pelindo dan 14 BUMN Perkuat Konservasi dan Kemandirian Warga Raja Ampat
Pelindo dan 14 BUMN Perkuat Konservasi serta Kemandirian Masyarakat di Raja Ampat
Pada Rabu (23/4), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara resmi menghadirkan Program Kolaborasi TJSL Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap II di Kepulauan Raja Ampat. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar melalui pendekatan yang menyatukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Kegiatan utama dilaksanakan di tiga pulau, yaitu Manyaifun, Mutus, dan Yefkabu, yang berada di Kabupaten Raja Ampat. Program ini mencakup berbagai intervensi strategis, seperti pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ekonomi dan konservasi, serta penguatan infrastruktur seperti akses listrik desa dan perbaikan sarana pendidikan serta fasilitas umum.
Pendekatan Terintegrasi untuk Dampak Berkualitas
Direktur TJSL dan Keberlanjutan Badan Pengelola BUMN, Edi Eko Cahyono, mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat efektivitas program TJSL. “Kolaborasi lintas BUMN diharapkan menciptakan program yang lebih terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kita juga akan terus memperbaiki sistem pengawasan dan evaluasi untuk memastikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dalam berbagai aspek,” terang Edi dalam pernyataan tertulis.
“Kolaborasi antar BUMN ini kami dorong untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program semakin efektif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Acara peluncuran diisi dengan peresmian bantuan, simbolisasi penerimaan oleh masyarakat, serta kegiatan penanaman mangrove bersama warga. Di bidang lingkungan, program juga mencakup reboisasi terumbu karang sebagai upaya melindungi ekosistem pesisir dan laut Raja Ampat.
Secara sosial dan ekonomi, inisiatif ini fokus pada pengembangan pariwisata komunitas serta penguatan lembaga lokal seperti kelompok wisatawan sadar dan BUMDes. Hendri Ginting, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, menegaskan keterlibatan perusahaan sebagai bagian dari komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T.
“Program ini mencerminkan komitmen Pelindo bersama BUMN dalam mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat, khususnya di Raja Ampat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan serta dapat menjadi model implementasi TJSL terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah 3T lainnya,” kata Hendri.
Dengan sinergi dari 14 BUMN, Pelindo menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda nasional yang mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan.