Announced: Percayalah! Sengaja Gagal Bayar Pinjol Bawa Petaka-Senjata Makan Tuan

Percayalah! Sengaja Gagal Bayar Pinjol Bawa Petaka-Senjata Makan Tuan

Masyarakat kini diingatkan untuk memeriksa kembali kemampuan keuangan sebelum meminjam dana, baik melalui kredit bank maupun pinjaman online, agar bisa memenuhi pembayaran tepat waktu. Namun, fenomena penundaan pembayaran atau kredit macet masih terjadi secara signifikan. Berbagai penyebab, seperti keterbatasan dana, pengelolaan uang yang tidak efisien, serta ketidaktahuan terhadap syarat pinjaman, turut berkontribusi.

Kasus ini semakin kompleks karena banyak orang memilih pinjaman online karena proses yang lebih sederhana. Risiko yang dihadapi jika tidak memenuhi kewajiban cicilan bisa sangat serius, mulai dari denda yang terus bertambah, tekanan psikologis akibat utang menumpuk, hingga ancaman hukum. Selain itu, penurunan skor kredit SLIK OJK juga bisa terjadi, yang berdampak pada kesulitan mendapatkan dana di masa depan, seperti saat ingin membeli kendaraan atau properti.

Edukasi Finansial Jadi Kunci

“Mengapa ada promosi gagal bayar? Kita perlu sampaikan pula informasi yang mampu mengimbangi konten negatif tersebut. Jika seseorang memang berencana tidak membayar, maka ada konsekuensi hukum yang menunggu,”

ungkap Indriyatno Banyumurti, ketua ICT Watch, dalam podcast FintechVerse 360kredi di YouTube. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat bahwa melepas tanggung jawab terhadap utang pinjaman tidak bisa dianggap remeh.

Dari sisi data, OJK mencatatkan nilai pembiayaan pinjaman daring hingga Februari 2026 mencapai Rp100,69 triliun, naik 25,75% dibanding tahun sebelumnya. Sementara tingkat risiko kredit macet (TWP90) meningkat menjadi 4,54%, lebih tinggi dari 2% sebelumnya. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kepercayaan terhadap pinjaman online masih tinggi, meski membawa risiko serius.

Melindungi Rekam Jejak Kredit

Direktur Komersial IdScore, Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa skor kredit memiliki dampak luas dalam kehidupan sehari-hari. “Jika skor kredit buruk, maka sulit mencari pekerjaan, hubungan percintaan, bahkan menikah pun bisa terganggu,”

ujarnya dalam acara AFPI Journalist Workshop and Gathering di Bandung beberapa waktu lalu.

Dengan adanya risiko ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih layanan pinjaman. Pastikan Anda benar-benar mampu mengembalikan dana yang diambil sebelum memutuskan untuk meminjam. Keberatan atau penundaan pembayaran bisa merusak reputasi finansial dan mengganggu rencana kehidupan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *