Koki Jose Andres Was-was Lonjakan Harga Minyak Ancam Restoran di AS

Koki Jose Andres Was-was Lonjakan Harga Minyak Ancam Restoran di AS

Peringatan Jose Andres

Koki ternama dari Spanyol-Amerika Serikat, José Andrés, memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak yang memicu gelombang inflasi baru dapat merusak industri restoran di Negeri Paman Sam. Dalam wawancara dengan Yahoo Finance, ia menyatakan bahwa bisnis restoran, yang sebagian besar merupakan usaha kecil, sangat rentan terhadap kenaikan biaya bahan makanan dan tenaga kerja.

“Biaya bahan makanan meningkat karena berbagai faktor. Biaya tenaga kerja juga meningkat karena berbagai faktor. Namun, restoran sudah merupakan jenis usaha kecil yang sangat rentan,” ujar Andrés dalam konferensi Semafor World Economy pada Selasa (14/4).

Dampak Kenaikan Harga Bahan Baku

Andrés, pendiri José Andrés Group yang mengelola lebih dari 40 restoran di AS, menambahkan bahwa industri makanan saat ini menghadapi tantangan terberat setelah masa pandemi. Ia menyoroti kesulitan restoran dalam menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan kebutuhan penyajian menu yang efisien.

“Sebagian besar restoran di Amerika dimiliki oleh koki dan pemilik usaha kecil. Jika Anda bekerja siang dan malam, serta setiap tahun mengalami kerugian, mengapa Anda masih akan buka?” tambahnya.

Kenaikan Harga Bahan Bakar

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Maret 2026 naik 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga bensin mencapai 21,2 persen karena perang di Timur Tengah, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak 1967. Dalam 12 bulan terakhir, harga bensin meningkat 18,9 persen.

Kondisi Pascapandemi

Andrés mengungkapkan bahwa bisnis restoran masih berjuang menghadapi tekanan berat, terutama setelah melalui masa pandemi. Ia mengingatkan bahwa kurangnya kehati-hatian bisa berisiko menyebabkan penutupan lebih banyak restoran, bahkan melebihi ekspektasi.

“Saya merasa restoran saat ini berada dalam salah satu situasi paling sulit. Dan kita sudah melewati masa pandemi! Namun, bagi industri restoran, jika kita tidak berhati-hati, mereka akan gulung tikar dan kita akan melihat penutupan yang lebih besar dari yang kita bayangkan,” katanya.

Kondisi Tenaga Kerja

Menurut Asosiasi Restoran Nasional AS, bisnis ini kesulitan mengisi posisi pekerjaan dengan gaji rendah, seperti pencuci piring. Tingkat tenaga kerja di restoran masih di bawah angka sebelum pandemi di 18 negara bagian serta Distrik Kolumbia.

Penurunan Pariwisata

Andrés juga menyoroti penurunan pariwisata yang memberikan tekanan ekstra pada sektor makanan. Ia menyebutkan bahwa Amerika masih kekurangan US$50 miliar (sekitar Rp856,88 triliun dengan kurs Rp17.140 per dolar AS) dari puncak kunjungan wisata, yang memengaruhi operasional restoran secara signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *