Meeting Results: Iran-AS Kembali Tegang, 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

Iran dan AS Kembali Tegang, Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak, menyebabkan dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) terperangkap di Selat Hormuz. Kapal tersebut, Pertamina Pride dan Pertamina Gamsunoro, belum bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Air meskipun sehari sebelumnya diumumkan siap kembali. Kedua kapal telah tertahan sejak Maret lalu, sekitar dua bulan.

“Kedua kapal PIS, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Selat Hormuz dan belum bisa melewati jalur tersebut,” kata Vega Pita, Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan Pertamina International Shipping, dalam pernyataannya, Minggu (19/4).

Pertamina belum merilis alasan pasti mengapa dua kapal tersebut terjebak. Namun, perusahaan tetap memantau dinamika keamanan di Selat Hormuz setelah hubungan antara Iran dan AS memanas. Vega menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil menyusun rencana perjalanan yang aman.

Komunikasi intensif dilakukan untuk memastikan keselamatan awak kapal serta muatan mereka. Pertamina berharap kondisi di Selat Hormuz segera stabil, sehingga dua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.

Kemajuan dalam Negosiasi Iran-AS

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan bahwa diskusi dengan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan sudah menunjukkan kemajuan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedua pihak masih jauh dari kesepakatan akhir.

“Negosiasi dengan AS telah berjalan baik, tetapi kita masih perlu menyelesaikan beberapa poin penting sebelum mencapai kesepakatan,” ujar Ghalibaf dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Iran, Sabtu (18/4), mengutip AFP.

Menurutnya, terdapat sejumlah isu mendasar yang belum terselesaikan, sehingga proses penyelesaian masih berlangsung. “Kami membuat kemajuan, tetapi masih ada banyak celah yang perlu ditutup,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *