Topics Covered: Pangkas Makelar, Kopdes Merah Putih Diproyeksi Raup Cuan Rp50 T

Pangkas Makelar, Kopdes Merah Putih Diproyeksi Raup Cuan Rp50 T

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) diharapkan bisa menghasilkan margin keuntungan hingga Rp50 triliun. Proyeksi ini didasarkan pada upaya memperpendek rantai pasok yang selama ini mengandalkan perantara.

“Supply chain (rantai pasokan) tadi, solusinya adalah ini. Kita perkecil menjadi tiga (rantai distribusi). Ini kehilangan, kita Rp313 triliun (potensi margin di rantai pasok). Di middleman ini, untungnya bisa 10 persen, 20 persen, 30 persen (di setiap tahap distribusi),”

Dalam diskusi bersama para pengamat di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4), Amran menjelaskan bahwa sistem distribusi pangan saat ini melibatkan banyak tahapan, mulai dari pedagang pengumpul hingga ritel. Kondisi ini menyebabkan keuntungan menumpuk di perantara, yang menjadi penyebab utama dari ketimpangan.

Berdasarkan penjelasannya, potensi keuntungan yang selama ini diambil oleh middleman mencapai sekitar Rp313,08 triliun. Dengan mengubah model distribusi menjadi petani langsung ke koperasi, lalu ke konsumen akhir, keuntungan akan terbagi lebih merata. “Inilah dibangun Koperasi (Desa) Merah Putih. Dari petani, koperasi langsung di desa ke konsumen. Kalau ini untung koperasi Rp50 triliun, ini Rp263 triliun dibagi ke petani, pendapatan naik, daya beli naik,”

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut sebagai penyerap hasil produksi petani atau off taker. Menurut Amran, MBG membantu menjaga stabilitas permintaan, sehingga menghindari kelebihan produksi yang berujung pada pemborosan. “MBG itu off taker dari 160 juta petani Indonesia. Jadi dia membeli, tidak lagi ada kita dengar tomat dibuang, barang dibuang,”

Aktivitas ekonomi di desa diharapkan tumbuh signifikan jika sistem ini berjalan optimal. Dengan perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp10 ribu triliun, kegiatan ekonomi akan lebih terpusat di tingkat desa, bukan lagi mengalir ke kota. “Kalau kita sepakat 30 kali bergerak di desa (perputaran ekonomi), Rp300 triliun kali 10 (dikalikan frekuensi transaksi), Rp10 ribu triliun (potensi perputaran ekonomi). Ini bergerak di desa, tidak lari ke kota,”

Kopdes Merah Putih, lanjutnya, dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa. Integrasi antara koperasi dan MBG diharapkan menciptakan alur distribusi yang lebih efisien, sehingga hasil produksi langsung terserap oleh masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *