Main Agenda: Temui Menhut Raja Juli, Eco Power Siap Bawa Dana Rp420 M dari Inggris
Temui Menhut Raja Juli, Eco Power Siap Bawa Dana Rp420 M dari Inggris
Pada Rabu (15/4), PT Eco Power Nusantara menghadiri pertemuan di Kementerian Kehutanan. Diskusi tersebut berfokus pada potensi kerja sama dalam reforestasi serta investasi hijau yang bertujuan memperbaiki ekosistem dan mengurangi emisi karbon. Sebelumnya, perusahaan memaparkan rencana pengembangan proyek berbasis ekosistem di beberapa daerah di Indonesia.
Dalam presentasinya, Eco Power Nusantara menekankan kesempatan kolaborasi untuk restorasi hutan dan pembuatan proyek carbon credit. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut langsung perwakilan perusahaan dan memberikan respons positif terhadap inisiatif tersebut. Menurut Raja, langkah yang ditawarkan sesuai dengan visi pemerintah dalam menguatkan pengelolaan hutan berkelanjutan dan transisi ke ekonomi hijau.
“Kami menyambut baik berbagai inisiatif yang berkontribusi pada restorasi ekosistem dan pengembangan proyek karbon,” ujar Raja dalam sesi diskusi.
Selain reforestasi, pertemuan juga membahas rencana investasi dari Eco Power UK sebagai mitra strategis. Nilai investasi awal yang diusulkan mencapai sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar. Presiden Direktur PT Eco Power Nusantara, Swastiko Yoga, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat proyek carbon credit dan membangun infrastruktur pendukung di beberapa wilayah.
Lokasi yang dipertimbangkan dalam presentasi meliputi Sanggau, Kalimantan Barat; Dumai, Riau; serta Boyolali dan Sragen, Jawa Tengah. Wilayah-wilayah ini dianggap memiliki kemungkinan besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari proyek reforestasi yang terintegrasi dengan skema karbon.