Latest Program: Pertamina dan Toyota Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung Tahun Ini
Kemitraan Pertamina dan Toyota Kembangkan Pabrik Bioetanol di Lampung 2026
Pertamina New & Renewable Energy bekerja sama dengan Toyota Motor Asia siap memulai konstruksi pabrik bioetanol di Lampung pada semester kedua tahun 2026. Proyek ini bertujuan memperkuat industri lokal dalam pengolahan bahan bakar alternatif, sesuai dengan target pemerintah untuk mewajibkan campuran biofuel E10 pada 2028.
Kemitraan dan Lokasi Proyek
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyambut positif rencana pembangunan fasilitas produksi tersebut. “Ini semakin memastikan kesiapan industri dalam negeri, yang kita butuhkan untuk mendukung kebijakan pemerintah,” ujarnya di Jakarta Selatan, Senin (20/4).
“Kita harus siapkan industri lokal agar bisa berkiprah dalam pengembangan bioetanol,” kata Todotua.
Lampung menjadi pilihan lokasi karena ketersediaan bahan baku yang melimpah, termasuk tebu, ubi, singkong, sorgum, aren, dan komoditas lainnya. Proyek ini juga melibatkan pengembangan lahan penanaman bahan baku, khususnya sorgum, sebagai dukungan produksi.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Pertamina dan Toyota berencana bekerja sama dengan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RA-BIT) dari Jepang. RA-BIT merupakan lembaga riset yang didukung Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).
Teknologi dan Kapasitas Produksi
Pabrik yang dibangun akan menggunakan teknologi generasi kedua (2G) bioetanol, yang memungkinkan pengolahan limbah pertanian menjadi bahan bakar etanol. “Teknologi ini efisien karena bisa memanfaatkan sisa-sisa pertanian, seperti limbah tebu, ubi, dan singkong,” jelas Todotua.
Kapasitas awal pabrik diperkirakan mencapai 60.000 kiloliter per tahun. Proses perhitungan nilai investasi masih berlangsung, dengan studi kelayakan dijalankan oleh konsultan. “Investasi sudah dalam proses, dan rencananya pabrik akan segera beroperasi,” tambahnya.
Penggunaan Hasil Produksi
CEO Toyota Motor Asia, Masahiko Maeda, menyatakan bahwa bioetanol hasil pabrik tersebut akan digunakan untuk berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil penumpang dan komersial. “Kami siap memasok bioetanol ke segala segmen kendaraan yang kami produksi,” ujarnya.