Key Discussion: Inggris-Prancis Gelar Rapat Bahas Rencana Militer Buka Selat Hormuz
Inggris-Prancis Gelar Rapat Bahas Rencana Militer Buka Selat Hormuz
Sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran perdagangan global, Inggris dan Prancis melakukan pertemuan strategis pada 22-23 April di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris di Northwood, London Utara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para perencana militer dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang tidak ikut serta. Dalam pernyataan resmi pemerintah Inggris, mereka menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan mempercepat misi multinasional guna mengembalikan akses ke Selat Hormuz yang sempat tertutup akibat serangan hebat dari AS dan Israel terhadap Iran.
Konteks Ketegangan di Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi sorotan internasional setelah serangan AS-Israel terhadap Iran mengganggu kebebasan navigasi laut. Teheran membalas serangan tersebut dengan membatasi jalur perdagangan pada 2 Maret, lalu AS kembali mengambil langkah memblokade selat itu sejak awal April dengan menargetkan kapal berbendera Iran serta kapal yang bergerak ke atau dari pelabuhan negara tersebut.
Krisis yang terjadi menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara. Meski situasi sempat membaik saat Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata sementara selama 10 hari, militer Iran kembali menutup Selat Hormuz hanya dalam waktu singkat karena AS dianggap melanggar kesepakatan tersebut.
“Tugas kita, hari ini dan besok, adalah menerjemahkan konsensus diplomatik ke dalam rencana bersama untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat dan mendukung gencatan senjata yang langgeng,” kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey.
Konferensi ini juga bertujuan mengkoordinasikan kemampuan militer, komando, dan pengendalian operasi, serta merencanakan penyebaran pasukan untuk membuka kembali perairan strategis itu. Healey menegaskan bahwa dua hari ke depan akan menjadi momentum penting untuk mencapai kemajuan nyata. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan memperpanjang gencatan senjata dua pekan yang dimulai 8 April dan berakhir 21 April, namun menekankan bahwa pasukan tetap bersiap untuk memblokade Selat Hormuz jika diperlukan.