Solving Problems: Survei: Tingkat Kepuasan ke Trump Merosot ke Titik Terendah Imbas Iran

Survei: Tingkat Kepuasan ke Trump Menurun ke Titik Terendah Akibat Kebijakan Iran

Sebuah jajak pendapat yang diluncurkan oleh NBC News Decision Desk mengungkapkan bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) merasa tidak puas dengan performa Presiden Donald Trump. Survei ini didukung oleh SurveyMonkey dan dilakukan pada periode 30 Maret hingga 13 April, dengan melibatkan 32.433 orang dewasa. Margin kesalahan survei adalah ±1,8 persen.

Hasil Survei Utama

Secara keseluruhan, 63 persen responden menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Trump sebagai presiden. Dari jumlah tersebut, 50 persen mengaku sangat tidak menyukai presiden saat ini, sementara 37 persen masih memuji langkahnya. Dua pertiga peserta survei juga menilai penanganan Trump terhadap inflasi dan konflik Iran tidak memuaskan.

Penanganan Terhadap Iran

Mayoritas responden, yaitu 61 persen, menilai AS tidak boleh melakukan tindakan militer lebih lanjut di Iran. Hanya 23 persen yang mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi semua opsi, termasuk penggunaan pasukan darat. Sementara 16 persen menyatakan operasi militer harus dilanjutkan, dengan syarat terbatas pada serangan udara.

Pengelolaan Inflasi

Terkait inflasi, 68 persen warga AS menyatakan tidak senang dengan cara Trump mengatasinya. Hanya 32 persen yang merasa puas dengan upaya yang dilakukan. NBC menyoroti bahwa ekonomi tetap menjadi isu utama bagi masyarakat AS, dengan 45 persen menganggapnya lebih penting daripada ancaman terhadap demokrasi, layanan kesehatan, serta kejahatan dan keamanan.

Dukungan Partai Republik

Trump tetap memiliki basis penggemar yang signifikan, namun terjadi penurunan kecil dukungan dari Partai Republik. Dalam survei ini, 83 persen anggota Partai Republik memberi penilaian positif kepada Trump, turun 4 poin dari survei awal tahun lalu. Kepuasan maksimal terhadap kinerjanya juga menurun 6 poin, dari 58 persen menjadi 52 persen.

Banyak warga AS (40 persen) menyatakan situasi ekonomi mereka lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Nyaris dua pertiga responden (66 persen) merasa harga bensin menjadi hambatan serius dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, sepertiga populasi percaya AS berada di jalur yang benar, sementara dua pertiga lainnya menganggap negara tersebut salah jalur.

“Ini merupakan pandangan paling pesimistis dalam jajak pendapat Decision Desk sejak Trump kembali menjabat tahun lalu,” kata NBC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *