Announced: Trump sebut gencatan senjata AS-Iran bantu isi ulang amunisi
Trump Nyatakan Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran Memperkuat Kesiapan Militer
Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi keuntungan bagi pasukan militer AS, memungkinkan mereka menambah stok amunisi. “Ini adalah hal yang bagus karena kini kita telah terisi penuh,” ujarnya kepada CNBC. “Kita memiliki amunisi yang melimpah, segalanya dalam jumlah besar… lebih kuat dibandingkan empat atau lima pekan sebelumnya. Jadi, kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat pasokan,” tambah Trump.
“[Gencatan senjata] menurut saya hal yang baik, karena kami kini terisi penuh. Kami mempunyai banyak amunisi, kami memiliki begitu banyak segalanya… jauh lebih kuat dibanding empat atau lima pekan lalu. Jadi, kami memanfaatkannya kesempatan ini untuk mengisi kembali stok,” kata Trump kepada CNBC.
Pada 28 Februari, AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Setelah itu, pada 7 April, Washington serta Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan jelas. Meski tidak ada pengumuman resmi tentang memulai perang kembali, AS mulai menerapkan pembatasan terhadap pelabuhan Iran. Mediator saat ini sedang berusaha mengatur sesi negosiasi baru.
Tanggal 7 April menjadi pengumuman gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Trump menegaskan bahwa ia tidak akan memperpanjang kesepakatan tersebut jika tidak ada hasil hingga Rabu malam. “Banyak bom akan kembali meledak setelah masa berlaku selesai,” peringatannya.
Peristiwa 28 Februari memperlihatkan serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap target di Iran, menyebabkan dampak langsung pada warga sipil. Setelahnya, gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April memberi waktu bagi kedua pihak untuk mengisi kembali persediaan. Namun, perundingan di Islamabad tidak menyelesaikan permasalahan. AS terus melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara mediator berupaya mempersiapkan pembicaraan kembali.