Topics Covered: Israel-Lebanon Sepakat Negosiasi Langsung usai Pertemuan di AS
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung
Setelah pertemuan produktif di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Selasa (14/4), Israel dan Lebanon sepakat untuk menjalani pembicaraan langsung. Perjanjian ini tercapai setelah delegasi kedua negara menghabiskan lebih dari dua jam dalam diskusi yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Konfirmasi dari Departemen Luar Negeri AS
Dikutip dari AFP, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan bahwa semua pihak telah mencapai kesepakatan untuk meluncurkan negosiasi langsung pada waktu dan lokasi yang disepakati bersama. “Kedua pihak melaksanakan diskusi bermakna terkait langkah-langkah menuju pembicaraan langsung,” katanya.
“AS mengucapkan selamat kepada kedua negara atas pencapaian sejarah ini dan mendukung terus berlangsungnya perundingan,” ujar Pigott. “Termasuk rencana pemerintah Lebanon untuk mengembalikan penguasaan wilayah dan mengakhiri pengaruh Iran yang dominan,” tambahnya.
Pertemuan dengan Pihak Terlibat
Dalam sesi yang dihadiri oleh Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter, serta Duta Besar AS untuk Lebanon Micel Issa sebagai fasilitator, pihak-pihak tersebut sepakat menghentikan permusuhan melalui kesepakatan bilateral. AS menekankan bahwa semua hasil perundingan harus diperoleh melalui mekanisme yang sama, bukan jalur terpisah.
Histori Konflik yang Berdampak Besar
Lebanon terlibat dalam pertarungan antara AS dan Iran sejak 2 Maret, setelah Hizbullah, kelompok pro-Teheran, menyerang Israel. Sejak saat itu, operasi militer Israel mengakibatkan lebih dari 2.000 korban jiwa dan memaksa lebih dari satu juta penduduk mengungsi. Pertemuan di AS dianggap sebagai titik balik dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.