Key Discussion: Usai GAMKI, Aliansi Sumut Polisikan JK soal Dugaan Penistaan Agama
Aliansi Sumut Polisikan JK Soal Dugaan Penistaan Agama
Beberapa lembaga masyarakat sipil dari Sumatra Utara (Sumut) mengajukan laporan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), ke Polda Sumut. Laporan tersebut resmi diterima dengan nomor LP/B/579/IV/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA pada 14 April 2026. Perwakilan aliansi, yang juga menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI), Bishop Dikson Panjaitan, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan karena JK dianggap telah menghina ajaran Kristen.
Bishop menyoroti pernyataan JK saat mengisi materi ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026. Pernyataan tersebut membahas konflik di Poso dan Ambon, yang dianggap terkait umat Kristen dan Muslim. Menurut Bishop, istilah ‘membunuh’ yang disebut JK bertentangan dengan ajaran Alkitab. “Pernyataan Pak Jusuf Kalla ini sungguh menistakan. Karena sudah menyentuh substansi kitab suci. Ajaran Kristen itu khas dengan cinta kasih, justru yang lebih kontras adalah pengajaran untuk mengasihi musuh,” ujarnya.
“Apalagi beliau mengatakan Kristen membunuh Islam, padahal Islam bukan musuh. Sampai sekarang, orang Kristen umumnya tidak pernah menganggap Islam sebagai lawan. Pernyataan itu sangat melukai perasaan umat kristen di seluruh dunia,” tambahnya.
Sebelumnya, Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dan organisasi lain seperti GAMKI juga mengirim laporan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2546/IV/2026/SPKT. Laporan itu diterima pada 12 April 2026. Dalam pernyataannya, GAMKI mengutip frasa ‘syahid’ yang disebut JK dalam konteks konflik Poso dan Ambon, menilai ini menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Juru Bicara JK, Husain Abdullah, membantah dugaan penistaan agama. Ia menyatakan bahwa video viral yang berisi pernyataan JK kehilangan konteks utuh. “Tuduhan itu hasil pemotongan konteks, kami membantah secara tegas,” ujarnya. Husain menjelaskan bahwa pernyataan JK justru menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengizinkan umatnya saling membunuh.
Kanal YouTube Masjid Kampus UGM juga memberikan respons terhadap ceramah JK yang berjudul ‘Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar’. Admin kanal menyoroti video tersebut melalui komentar yang dimuat pada Senin (12/4) lalu. “Jemaah sekalian, kami mohon menyimak video secara utuh, bukan hanya potongan-potongan yang dipilih-pilih,” tulisnya.