Angka Pengangguran Generasi Z di China Tembus Level 16,9 Persen

Angka Pengangguran Generasi Z di China Meningkat Lagi

Maret 2026 menjadi bulan terbaru di mana tingkat pengangguran generasi muda Tiongkok kembali naik, mencapai 16,9 persen. Angka ini meningkat setelah penurunan berkelanjutan selama enam bulan terakhir. Meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dinilai lebih kuat dari estimasi, kondisi pasar kerja masih sulit mengakomodasi lulusan muda yang baru memasuki dunia kerja.

Deflasi dan Ketidakpastian Eksternal Memperparah Situasi

Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok menunjukkan bahwa jumlah pengangguran usia 16-24 tahun (yang tidak sedang menempuh pendidikan) naik dari 16,1 persen pada Februari menjadi 16,9 persen bulan ini. Penurunan kualitas lapangan kerja terutama dirasakan oleh calon pekerja yang kurang pengalaman. Tekanan deflasi serta ketidakstabilan eksternal, seperti dinamika global dan perubahan kebijakan dalam negeri, dinyatakan membatasi peluang kerja.

Bai Xi: Lulusan Keuangan yang Menghadapi Persaingan Ketat

Bai Xi, lulusan jurusan keuangan dan manajemen dari Provinsi Hebei, menjadi contoh nyata tantangan yang dihadapi generasi muda. Setelah beberapa bulan bekerja paruh waktu sambil mengikuti ujian pegawai negeri tingkat lokal, ia baru mulai mencari pekerjaan di bidang akuntansi atau audit di Beijing. “Saya sudah tidak punya tenaga lagi untuk sepenuhnya fokus pada ujian pegawai negeri. Mengulang lagi rasanya hanya membuang waktu,” katanya, dilansir SCMP.

“Saya khawatir persaingan akan semakin ketat. Tapi tidak ada pilihan lain. Kalau belum berhasil, saya akan mencari pekerjaan di bidang lain dulu,” ujar Bai.

Persaingan dalam ujian pegawai negeri memang sangat ketat. Pada Desember 2025, lebih dari 3,7 juta peserta mengikuti seleksi nasional, dengan rata-rata 98 pelamar memperebutkan satu posisi. Kebijakan ‘iron rice bowl’ yang menawarkan stabilitas tetap diminati oleh sejumlah lulusan, tetapi setelah siklus ujian berakhir, banyak peserta yang gagal kembali mencari pekerjaan di pasar yang sudah kompetitif.

Pengangguran Usia 25-29 Tahun dan Perkotaan Juga Naik

Di luar kelompok Gen Z, tingkat pengangguran usia 25-29 tahun meningkat menjadi 7,7 persen pada Maret, dari 7,2 persen bulan sebelumnya. Secara keseluruhan, tingkat pengangguran perkotaan naik tipis ke 5,4 persen, dibandingkan 5,3 persen di Februari. Kenaikan ini menunjukkan pemulihan ekonomi belum sepenuhnya mendorong peningkatan lapangan kerja, terutama untuk kelompok usia muda yang belum terlalu banyak pengalaman.

Diperkirakan sekitar 12,7 juta mahasiswa akan lulus pada musim panas 2026, naik 4 persen dibandingkan tahun lalu. Mereka terpaksa memperpanjang masa studi atau menunda masuk ke dunia kerja karena ketidakpastian ekonomi. Dengan jumlah lulusan yang terus bertambah, tekanan di pasar tenaga kerja diharapkan akan semakin berat dalam beberapa bulan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *