Historic Moment: Viral Warga di Sukoharjo Tolak Warung MI Babi, Akses Ditutup Tanah
Viral Warga Desa Parangjoro Tolak Warung Mi Babi, Akses Jalan Diambat
Kisah warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi viral setelah akses ke Warung Mi dan Babi Tepi Sawah ditutup dengan tumpukan tanah. Video yang beredar di media sosial menunjukkan jalan ke warung nonhalal tersebut terhalang oleh gundukan tanah. Tempat penutupan berada di bawah spanduk yang menulis perlawanan warga terhadap usaha itu. Saat ini, tanah yang diumpulkan telah dibersihkan dan kendaraan bisa kembali melintas. Namun, spanduk penolakan masih terpasang.
Spanduk Bertuliskan Penolakan Warga
Spanduk dengan tulisan “WARGA SEKITAR MENOLAK WARUNG NON-HALAL” tergantung di ujung gang. Gambar yang disertakan menyerupai kepala babi dan diberi silang merah. Pengelola warung, Jodi Sutanto, menjelaskan bahwa aksi penutupan dilakukan oleh orang tak dikenal pada Kamis (16/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, warung masih tutup karena baru buka pukul 12.00 WIB.
“Kemarin, saat kami hendak keluar, melihat ada truk yang sudah menurunkan tanah. Saat orang kita datang, truk tersebut sudah pergi. Akibatnya, akses ke warung kami terhalang,” ujar Jodi Sutanto, Jumat (17/4).
Jodi menyebut jalan depan warung merupakan jalan umum dan satu-satunya jalur masuk. Ia tak tahu siapa yang meletakkan tumpukan tanah di tengah jalan. Dihubungi terpisah, Kades Parangjoro, Hardiman, mengungkapkan bahwa tumpukan tanah tidak disengaja ditempatkan untuk memblokir akses ke warung tersebut. Menurutnya, gundukan tanah digunakan warga untuk meninggikan permukaan jalan yang terlalu rendah.
“Itu mungkin salah paham. Warga sedang melakukan pengurukan dan meratakan jalan. Jadi, tumpukan tanah itu tidak sengaja dibuat untuk menutup akses warung,” jelas Hardiman.
Baca berita lengkapnya di sini.