New Policy: Wamensos Instruksikan Seluruh Sentra Kembangkan Program Berdampak Ekonomi
Wamensos Instruksikan Seluruh Sentra Kembangkan Program Berdampak Ekonomi
Pada kunjungan ke Sentra Wyata Guna Bandung di hari Jumat (24/4), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan arahan kepada seluruh sentra dan balai yang berada di bawah Kementerian Sosial. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kegiatan yang menitikberatkan pada pemakmuran serta pemberdayaan bagi penerima manfaat.
Dalam wawancara tertulis, Agus Jabo menjelaskan bahwa lewat Dirjen Rehsos, diharapkan setiap sentra di Indonesia dapat menumbuhkan program yang memberikan dampak ekonomi. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa menjadikan sentra sebagai tempat pengembangan usaha bagi para penerima manfaat,” ujarnya.
Kunjungan ke Sentra Wyata Guna Bandung
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 13.47 WIB, Agus Jabo langsung berinteraksi dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Bandung yang berada di lingkungan sentra. Setelah itu, ia memeriksa berbagai aktivitas kewirausahaan yang dijalankan oleh penerima manfaat, mulai dari produksi kue hingga pembuatan batik ciprat.
“Jadi per bulannya kamu dapat penghasilan berapa?” tanya Agus Jabo kepada Anisa, salah satu penerima manfaat yang menjalankan usaha kue kering.
“Kurang lebih Rp 8 juta pak,” jawab Anisa.
Wamensos menegaskan bahwa kegiatan produktif yang berdampak sosial dan ekonomi seperti yang dilakukan Anisa perlu terus diperkuat. Ia berharap program ini bisa membantu penerima manfaat menjadi lebih mandiri dan berkesinambungan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar sentra tidak hanya fokus pada rehabilitasi sosial, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan. “Para penerima manfaat yang masuk ke DTSEN di sekitar Bandung akan dipersiapkan untuk diberdayakan, sementara PM yang sudah ada di sentra tetap menjadi bagian dari pengembangan,” jelasnya.
Dalam menutup kunjungan, Agus Jabo secara simbolis menanam pohon kelengkeng sebagai bagian dari pengembangan agrowisata. “Ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh sentra di Indonesia dapat menerapkan konsep memakmurkan,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Kepala Sentra Wyata Guna Bandung Feri Afrianto, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.