Special Plan: Mensos Buka Pelatihan Guru Sekolah Rakyat untuk Pembelajaran Adaptif

Mensos Buka Pelatihan Guru Sekolah Rakyat untuk Pembelajaran Adaptif

Di Kabupaten Bogor, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar pelatihan pengelolaan pembelajaran untuk guru dan kepala sekolah rakyat tahun 2026. Acara ini bertujuan memperkuat kepemimpinan dan sistem pendidikan yang profesional di lingkungan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.

Menghadiri acara dengan 332 peserta, terdiri dari 166 kepala sekolah rakyat dan 166 guru, Gus Ipul membahas tahapan operasional Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa metode pengajaran harus fleksibel, sesuai kemampuan awal dan kebutuhan setiap siswa, serta didasarkan pada pemahaman mendalam.

“Setiap individu memiliki potensi sesuai ketentuan Tuhan, jadi kita harus membangun sistem yang berbasis kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Kita gunakan tes DNA Talent untuk mengenali talenta mereka. Ajarkan cara berpikir, bukan hanya menghafal,” ujar Gus Ipul dalam pernyataan tertulis, Jumat (24/4/2026).

Gus Ipul menekankan bahwa pengelolaan pembelajaran di Sekolah Rakyat harus terencana dan terarah. Menurutnya, sekitar setengah dari keberhasilan pendidikan bergantung pada perencanaan yang matang.

Dalam kesempatan itu, ia meminta setiap sekolah rakyat menyusun rencana pembelajaran, kurikulum, anggaran, serta alat evaluasi yang jelas. Kepala sekolah diingatkan untuk memastikan penggunaan dana secara transparan dan bertanggung jawab.

“Setiap uang yang dikeluarkan harus bisa dijelaskan,” tegas Gus Ipul.

Menurutnya, kepala sekolah memegang peran utama dalam mengarahkan proses belajar sepanjang hari. Ini mencakup kegiatan di kelas, pembinaan di asrama, dan pengembangan karakter. Guru bertugas membentuk cara berpikir siswa, sementara wali asuh memandu sikap dan perilaku mereka sehari-hari. Seluruh kebijakan sekolah, lanjut Gus Ipul, harus didasarkan pada data.

“Manfaatkan hasil penilaian siswa, tes DNA Talent, evaluasi pembelajaran, dan pantau kesehatan digital mereka,” tambahnya.

Dalam sesi akhir, Gus Ipul mendorong integrasi literasi digital dan kesadaran teknologi melalui bahan bacaan terkini, modul pembelajaran, serta media interaktif. Namun, ia meminta kepala sekolah dan guru tetap memantau penggunaan internet dan perangkat digital siswa.

“Laptop tidak boleh dibawa ke asrama dan harus ditinggal di kelas. Pastikan internet sudah terbatasi,” perintah Gus Ipul.

Langkah-langkah disiplin ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, fokus, dan produktif. Salah satu peserta, Reni Lasmana Sinaga, kepala Sekolah Rakyat Maragoti, mengucapkan rasa terima kasih atas peluang untuk berkarya.

“Terima kasih, Kemensos memberikan kesempatan saya berkarir dan tumbuh bersama Indonesia,” kata Reni.

Pelatihan resmi dibuka oleh Gus Ipul, dengan simbolisasi pemberian tanda peserta kepada perwakilan, yakni kepala Sekolah Rakyat Maragoti dan guru Sekolah Rakyat Mutiara Jayapura. Hadir pula Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, dan jajaran staf khusus serta ahli. Dari Kemendikdasmen, hadir Joko Purnama, Prayoga Rendra, dan Suparno, kepala SMA Labs School Kebayoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *