New Policy: Rano Karno Buka Opsi Tambah 5.000 Personel Satpol PP di DKI Secara Bertahap
Rano Karno Buka Opsi Tambah 5.000 Personel Satpol PP di DKI Secara Bertahap
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa penambahan 5.000 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan kapasitas penegakan peraturan di Ibu Kota. Rencananya, penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kalau Satpol PP mengusulkan tambahan 5.000 personel, mungkin bisa dipertimbangkan. Namun, kita akan melakukannya secara perlahan,” jelas Rano saat diwawancarai di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Rano menyoroti bahwa kebutuhan tambahan anggota Satpol PP cukup logis, mengingat luas wilayah dan tingkat kompleksitas tugas yang terus meningkat di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa jumlah personel saat ini masih kurang memadai untuk menunjang fungsi penegakan ketertiban 24 jam.
Dalam perbandingan, Rano mengatakan bahwa kebutuhan tenaga personel Satpol PP tidak kalah besar dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), yang menurut perhitungan membutuhkan sekitar 11 ribu anggota. Menurutnya, tugas Satpol PP memerlukan dukungan sumber daya yang cukup, terutama mengingat area layanan yang semakin luas.
“Satpol PP bertugas menjalankan undang-undang dalam hal penertiban. Mereka punya armada dan personel yang banyak, tapi tanpa mako yang memadai, itu jadi kurang ideal,” ujarnya.
Di sisi lain, Rano menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anggota Satpol PP. Ia menyebutkan bahwa beban kerja mereka cukup tinggi, sehingga harus diimbangi dengan kebijakan yang memperhatikan kondisi fisik dan mental para personel.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebutuhan penambahan personel, termasuk mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penguatan Satpol PP tetap menjadi prioritas untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tertib dan aman.
Sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta mengungkapkan bahwa beban kerja anggotanya meningkat karena keterbatasan jumlah personel. Saat ini, jumlah personel yang tersedia tidak sebanding dengan tuntutan tugas penegakan ketertiban yang berlangsung sepanjang hari.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyatakan bahwa idealnya kebutuhan tenaga mencapai lebih dari 10 ribu orang. Namun, jumlah yang ada saat ini hanya sekitar 5.000, sehingga memerlukan tambahan 5.000 untuk mencapai target tersebut.
“Dengan sistem tiga shift, jumlah personel di setiap jaga menjadi terbatas. Hal ini berdampak pada beban kerja yang dihadapi masing-masing anggota,” tutur Satriadi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (24/4).