ESDM nilai harga Pertamax Turbo naik selaras harga minyak dunia
ESDM: Kenaikan Harga Pertamax Turbo Sesuai dengan Perubahan Harga Minyak Global
Jakarta, Sabtu – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa peningkatan harga Pertamax Turbo, Dexlite, serta Pertamina Dex merupakan respons terhadap fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel di wilayah Timur Tengah. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi dilakukan sebagai bagian dari mekanisme respons terhadap dinamika harga global dan nilai tukar rupiah.
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi dan Langkah Pemerintah
Pertamina (Persero) telah mengumumkan kenaikan harga beberapa produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, mulai dari hari Sabtu ini. Dalam laman resmi perusahaan, harga Pertamax Turbo untuk DKI Jakarta berubah menjadi Rp19.400 per liter, naik dari Rp13.100 per liter sebelumnya pada 1 April 2026. Sementara Dexlite ditetapkan pada Rp23.600 per liter, meningkat dari Rp14.200 per liter. Pertamina Dex juga mengalami kenaikan harga hingga Rp23.900 per liter, dibandingkan Rp14.500 per liter sebelumnya.
Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi adalah bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini menjadi respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Anggia.
Anggia menambahkan bahwa negara-negara tetangga telah menaikkan harga bahan bakar minyak dengan tingkat kenaikan yang signifikan. Meski demikian, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Solar Subsidi, hingga akhir tahun 2026. Prioritas utama pemerintah adalah memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga serta melindungi kelompok rentan.
Dalam rangka menentukan harga BBM, ESDM menekankan pentingnya transparansi, kompetitivitas, dan keadilan di pasar. “Namun, kita juga memastikan harga BBM subsidi tidak naik, meskipun harga global mengalami kenaikan,” imbuh Anggia. Ia menegaskan bahwa dengan kerja sama dan dukungan masyarakat, Indonesia dapat melewati tantangan ini secara stabil. “InsyaAllah, kita bisa survive,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, harga Pertamax RON 92 tetap di Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green berada di Rp12.900 per liter. Untuk jenis bahan bakar subsidi, Pertalite dan Biosolar masih dipertahankan pada harga masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.