Key Strategy: Wamendag ajak mahasiswa Universitas Sriwijaya ciptakan lapangan kerja
Wamendag Ajak Mahasiswa Unsri Jadi Pelaku Usaha
Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menekankan pentingnya mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi pengusaha yang mandiri. Ia mengatakan, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dalam masa bonus demografi yang sedang terjadi. “Anak muda saat ini tidak hanya perlu menjadi pencari kerja, tetapi juga pembentuk lapangan kerja,” ujarnya saat menyampaikan kuliah umum dengan tema “Empowering Growth: Young Entrepreneurs For a Better Future” di Palembang, Kamis (16/4/2026).
Dukungan Pemerintah untuk Wirausaha Muda
Dalam wawancara di Jakarta, Jumat, Roro Esti menyatakan bahwa potensi tersebut bisa dimaksimalkan jika ada keberanian berwirausaha dan sistem pendukung yang solid. Ia menambahkan, Kemendag terus mengembangkan berbagai program untuk memfasilitasi pertumbuhan usaha muda, seperti pelatihan, pameran, dan kemitraan dengan perusahaan besar.
“Anak muda hari ini punya peluang besar untuk memulai usaha. Pemerintah melalui Kemendag hadir memberikan fasilitasi, mulai dari pelatihan, akses pasar, hingga pendampingan ekspor. Kami ingin memastikan siapa pun yang berani memulai bisnis, tidak berjalan sendiri. Jadi jangan takut,” ujar Roro Esti.
Kemitraan dan Program Fasilitasi
Kemendag telah melakukan beberapa inisiatif konkret, seperti business matching antara 804 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan perusahaan MAP Group, IKEA, serta Metro Department Store. Dari 804 UMKM, 107 di antaranya lolos kurasi dan memperoleh kesempatan bekerja sama. Program serupa juga dilakukan dengan 75 UMKM pangan dan KAI Services, menghasilkan 6 UMKM yang resmi bermitra.
Dalam rangka memperluas pasar, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan asosiasi ritel modern dan pusat perbelanjaan. Selain itu, kolaborasi dengan Paragon Corp mencakup pelatihan pembuatan konten efektif dan business matching dengan content creator, melibatkan 100 UMKM.
Skema Waralaba dan Ekspor
Kemendag juga membuka peluang bagi usaha muda untuk berkembang melalui skema waralaba. Roro Esti mengungkapkan bahwa skema ini membantu pemula dengan sistem bisnis yang telah teruji. Program UMKM Bisa Ekspor memberikan bantuan pendampingan, presentasi, dan jejaring perdagangan internasional. Hingga 2025, 1.200 UMKM telah mendapat dukungan, dengan transaksi mencapai 134,8 juta dolar AS atau sekitar Rp2,2 triliun. Dari jumlah tersebut, 70 persen merupakan UMKM pertama kali menembus pasar global.
Program Campuspreneur
Untuk memperkuat peran kampus dalam membentuk wirausaha, Kemendag meluncurkan inisiatif “Dari Lokal untuk Global” yang meliputi pelatihan, kurasi produk, dan akses pasar internasional. “Teman-teman jangan takut memulai dari yang kecil. Keberanian untuk memulai dan tekun belajar adalah kunci utama,” tambah Roro Esti. Ia menegaskan bahwa ekosistem yang terus diperkuat akan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk bersaing secara global.
Kemendag saat ini didukung oleh 25 atase perdagangan dan konsulat dagang, serta 19 pusat promosi perdagangan Indonesia (ITPC) di berbagai negara. Roro Esti berharap, dengan adanya program ini, usaha anak muda semakin berkembang dan mampu menembus pasar internasional.