Basarnas: Jenazah korban heli PK-CFX mulai diserahkan ke keluarga
Basarnas: Jenazah korban heli PK-CFX mulai diserahkan ke keluarga
Dari Jakarta, Basarnas mengumumkan bahwa seluruh jenazah para korban kecelakaan helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX telah dikeluarkan dari lokasi kejadian di hutan Sekandau, Kalimantan Barat. Proses serah terima jenazah ke pihak keluarga sedang berjalan setelah melalui tahap identifikasi.
“Betul, saat ini jenazah sedang dalam tahap penyerahan kepada keluarga korban,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, saat diwawancarai Jumat.
Menanggapi pertanyaan mengenai adanya korban asing, Edy mengungkapkan bahwa satu dari delapan korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Malaysia. Sebelumnya, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, menyebutkan bahwa semua korban yang berada di dalam helikopter, terdiri dari dua awak dan enam penumpang, ditemukan dalam kondisi meninggal.
“Total jumlah korban adalah delapan orang, terdiri atas dua awak dan enam penumpang,” jelas Noer Isrodin.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Pontianak, evakuasi dilakukan secara bertahap karena lokasi jatuhnya helikopter berada di tengah hutan Kabupaten Sanggau. Tim SAR gabungan sukses mengangkat seluruh korban dari sisa-sisa pesawat pada Kamis (16/4) pukul 22.00 WIB. Jenazah kemudian diturunkan ke Posko Lapangan, yang selesai pada Jumat pukul 05.00 WIB.
Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke Yonif 642/Kapuas Sanggau sebelum akhirnya dievakuasi kembali ke Pontianak dengan helikopter. Hal ini dilakukan untuk mempercepat identifikasi serta tindakan medis lebih lanjut. Helikopter PK-CFX hilang kontak pada pagi hari Kamis (16/4) saat terbang dari Kabupaten Melawi ke Kabupaten Kubu Raya.
Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, para korban yang meninggal terdiri dari Capt. Marindra W (pilot), Harun Arasyd (teknisi), serta enam penumpang bernama Patrick, Victor, Charles, Joko, Fauzie, dan Sugito.