Latest Program: Laznas BMH salurkan Rp314 miliar kepada 1,5 juta penerima manfaat

Laznas BMH salurkan Rp314 miliar kepada 1,5 juta penerima manfaat

Di Semarang, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengalirkan dana zakat, infak, dan sedekah hingga Rp314 miliar kepada 1.516.936 penerima manfaat melalui berbagai inisiatif sepanjang tahun 2025. Angka ini mencerminkan pengembangan zakat sebagai alat perubahan sosial yang lebih luas.

Dalam Talkshow Publik Ekspose BMH yang diadakan Rabu lalu, Direktur Utama Laznas BMH Supendi mengungkapkan bahwa zakat kini tidak hanya berperan sebagai bantuan langsung, tetapi juga sebagai bentuk pengembangan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus profesional dan transparan agar bisa membawa dampak nyata.

“Zakat adalah amanah yang harus dikelola secara profesional dan transparan sehingga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi para penerima manfaat dan semua terwujud dengan berkolaborasi,” kata Supendi.

Menurut Supendi, dana terbesar dialokasikan untuk program sosial dan kemanusiaan sebesar Rp119 miliar, disusul program dakwah sebesar Rp110 miliar, serta pendidikan sejumlah Rp9 miliar. Pengelolaan ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan efektivitas.

Pertumbuhan penghimpunan zakat juga tercatat positif dalam beberapa bulan terakhir, didukung oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transparansi lembaga. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyampaikan hasil program serta dampak sosial kepada publik.

Ketua Umum Hidayatullah KH Nasfi Arsyad Lc menekankan bahwa zakat memainkan peran strategis dalam mendorong kemandirian masyarakat. “Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan umat,” ujarnya.

Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyoroti pentingnya manajemen zakat yang baik sebagai pengaturan kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem zakat nasional.

Sementara itu, perwakilan muzakki menyatakan bahwa kepercayaan terhadap lembaga zakat terus meningkat karena adanya laporan yang jelas dan kejelasan manfaat program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, beberapa penerima manfaat program pendidikan seperti Nasya Rizky, mahasiswa Universitas Diponegoro, dan Zain Abdullah, siswa pesantren Al Burhan yang meraih medali emas di festival olimpiade siswa 2025, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima. Mereka menilai beasiswa dari Laznas BMH membuka kesempatan untuk mengejar pendidikan dan prestasi.

Sebagai penutup, Laznas BMH juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Nusacita untuk memudahkan akses masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui lebih dari 2.600 jaringan ATM Bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *