Main Agenda: BP BUMN: Manajer Kopdes Merah Putih harus berjiwa ‘entrepreneur’
BP BUMN: Manajer Kopdes Merah Putih harus berjiwa ‘entrepreneur’
Jakarta – Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, mengungkapkan bahwa proses perekrutan manajer Kopdes Merah Putih tidak cukup sekadar mengisi posisi administratif. Ia menekankan perlunya individu yang memiliki semangat wirausaha kuat. “Karakter yang kami cari adalah orang yang lincah, paham tentang entrepreneurship, dan mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak,” jelas Tedi setelah rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin. Menurutnya, manajer yang terpilih harus memiliki jiwa bisnis karena akan sering bertemu vendor, perusahaan BUMN, serta pelaku usaha di lingkungan desa.
Regulasi dan Gaji
Soal gaji, Tedi memastikan bahwa ketentuan akan sesuai dengan aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang berlaku. “Jangan khawatir, soal gaji sedang dibahas,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan kualifikasi yang tepat untuk posisi tersebut, karena program ini merupakan fokus utama Presiden dan harus mencapai hasil maksimal. Pengumuman hasil seleksi rekrutmen diperkirakan keluar pada bulan Juni 2026.
Proses Seleksi dan Target
Pemerintah telah membuka 30.000 formasi untuk manajer Kopdes Merah Putih, dengan masa pendaftaran berlangsung pada 15–24 April 2026. Peserta yang lolos akan bekerja di bawah BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dengan sistem PKWT selama dua tahun. Setelah masa kontrak berakhir, penugasan akan dievaluasi kembali oleh BP BUMN untuk menentukan apakah kontrak bisa diperpanjang.
“Kami telah menyelesaikan regulasi pendukung program Kopdes Merah Putih. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026 yang mengatur distribusi Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, serta Dana Desa untuk percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan sarana pendukung Kopdes/Kelurahan Merah Putih,” tutur Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Zulkifli juga menyampaikan bahwa hingga Minggu (19/4), jumlah pendaftar mencapai 220.364 orang sejak program dibuka pada Rabu (15/4). Ia menambahkan, pemerintah sedang menyusun Instruksi Presiden terkait pengelolaan operasional Kopdes Merah Putih serta Keputusan Presiden mengenai pengadaan sumber daya manusia. Target pemerintah adalah menyelesaikan pembangunan 30 ribu koperasi desa pada Juni 2026.